TANJUNGPINANG — Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menerbitkan surat edaran yang memberikan kelonggaran bagi ASN di lingkungan pemkot untuk terlambat masuk kerja pada Senin (20/7). Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 serta surat dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri.
Ayah Wajib Luangkan Waktu di Hari Pertama Sekolah
"Melalui Gamas, saya mengajak sekaligus menegaskan kepada seluruh ayah, khususnya para ASN di lingkungan pemkot agar meluangkan waktu mengantar putra dan putrinya ke sekolah pada hari pertama masuk," kata Lis Darmansyah di Tanjungpinang, Sabtu.
Ia menjelaskan, peranan seorang ayah pada hari pertama sekolah memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak. Momen itu dinilai mampu membangun rasa percaya diri, kedekatan emosional, sekaligus memberikan semangat kepada anak untuk memulai proses belajar.
Dispensasi Tak Hanya untuk ASN, Swasta Juga Didorong
Pemkot Tanjungpinang mendorong instansi dan perusahaan swasta di wilayahnya untuk menerapkan kebijakan serupa. Lis meminta seluruh kepala perangkat daerah memberikan kelonggaran kepada pegawai agar mereka tetap bisa menjalankan peran sebagai orang tua tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai ASN.
"Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan di sekolah, tetapi juga keterlibatan keluarga, terutama sosok ayah dalam proses pengasuhan," ujar Lis.
Target: Bangun Budaya Pengasuhan Kolaboratif
Melalui gerakan ini, pemkot berharap terbentuk budaya baru dalam pengasuhan anak yang lebih kolaboratif antara ayah dan ibu. Tanggung jawab mendidik anak diharapkan menjadi peran bersama dalam keluarga, bukan hanya dibebankan kepada ibu.
Selain dispensasi keterlambatan, perangkat daerah, instansi, perusahaan, pengawas pendidikan, dan sekolah diminta melakukan sosialisasi serta mendukung partisipasi aktif para ayah. Gerakan ini, kata Lis, merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sangat krusial.