BATAM — Museum Batam Raja Ali Haji tak lagi hanya menyajikan koleksi statis. Sejak awal 2026, pengelola meresmikan teater mini berkapasitas terbatas yang memutar film pendek tentang sejarah Batam dan museum itu sendiri. Fasilitas ini menjadi bagian dari amenitas museum yang sebelumnya belum tersedia.
Pembangunan teater mini ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun anggaran 2025. Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata menyebut fasilitas ini sudah beroperasi penuh selama kurang lebih lima bulan.
"Mini theater ini sudah mulai dibuka. Fasilitas ini tidak terpisah dari museum, tetapi menjadi bagian dari amenitas yang melengkapi Museum Batam Raja Ali Haji," ujarnya, Senin (1/6/2026).
Menurut Ardi, teater mini dirancang sebagai ruang digital yang bisa digunakan untuk pemutaran film tetap tentang sejarah Batam. Ke depan, ruang ini juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas dan pemutaran film tematik yang berkaitan dengan edukasi kebudayaan.
Dengan tambahan fasilitas ini, museum berharap bisa menarik lebih banyak pengunjung. Saat ini, tarif masuk Museum Batam Raja Ali Haji dibedakan berdasarkan kategori:
Ardi mengatakan antusiasme masyarakat, terutama anak sekolah, cukup baik sejak teater mini dibuka. "Ini menjadi tambahan daya tarik bagi mereka ketika berkunjung ke museum," ungkapnya.
Museum yang berdiri sekitar empat tahun lalu ini kini telah terakreditasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai museum tipe B. Ardi menargetkan peningkatan status menjadi tipe A dalam waktu dekat.
"Ke depan kami berharap Museum Batam Raja Ali Haji dapat terus berkembang dan ditingkatkan menjadi museum tipe A. Apalagi jumlah museum di Kepulauan Riau masih terbatas, sehingga museum ini menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Batam kepada masyarakat," jelas Ardi.
Museum Batam Raja Ali Haji beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pengelola dapat menyesuaikan jam layanan untuk rombongan wisatawan tertentu sesuai kebutuhan.