KEPULAUAN RIAU — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 0,33 persen ke posisi Rp 17.864 pada perdagangan Selasa (2/6/2026) pukul 09.38 WIB. Pelemahan ini terjadi meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat ke level 6.217 pada sesi yang sama, menunjukkan pergerakan yang kontras antara pasar saham dan pasar valuta asing.
Bagi investor dan pelaku usaha yang bertransaksi valas hari ini, perbedaan kurs antar bank menjadi perhatian utama. Berikut rincian kurs dolar AS di BCA, Bank Mandiri, dan BNI yang berlaku pagi ini.
BCA menawarkan kurs e-Rate untuk transaksi melalui e-Banking dengan spread tipis. Harga beli berada di Rp 17.878 per dolar AS, sementara harga jual di Rp 17.898. Selisih hanya 20 poin, menjadikannya pilihan efisien untuk transaksi digital.
Untuk nasabah dengan kebutuhan di atas ekuivalen 25.000 dolar AS, BCA menyediakan special rate dengan kurs beli Rp 17.865 dan jual Rp 17.895. Sementara itu, transaksi melalui teller (TT Counter) dan bank notes memiliki spread lebih lebar: beli Rp 17.690 dan jual Rp 17.940.
Bank Mandiri menetapkan kurs TT Counter dan bank notes pada level yang identik. Harga beli tercatat Rp 17.640 per dolar AS dan harga jual Rp 17.940. Artinya, spread mencapai 300 poin — yang tertinggi di antara ketiga bank.
Bagi nasabah korporasi atau individu yang hendak menukar valas dalam jumlah besar, Mandiri juga menyediakan special rate khusus dengan ketentuan nominal di atas 25.000 dolar AS. Kurs ini bersifat indikasi dan nasabah perlu menghubungi cabang untuk mendapatkan angka pasti.
BNI menawarkan special rate dengan kurs beli Rp 17.625 per dolar AS dan kurs jual Rp 17.925. Spread 300 poin ini sama dengan Mandiri, namun harga jual BNI sedikit lebih rendah 15 poin, menjadikannya opsi lebih murah bagi pembeli valas.
Untuk transaksi TT Counter reguler, BNI mematok beli Rp 17.640 dan jual Rp 17.940. Sementara itu, kurs bank notes berada di posisi beli Rp 17.625 dan jual Rp 17.925 — sama persis dengan special rate.
Pelemahan rupiah yang berkelanjutan biasanya mendorong bank memperlebar spread untuk mengantisipasi risiko fluktuasi intraday. Selisih lebar antara kurs jual dan beli juga menjadi bantalan bagi bank jika terjadi pergerakan mendadak setelah transaksi dieksekusi.
Bagi investor yang memegang dolar AS, kondisi ini bisa dimanfaatkan dengan membandingkan kurs antar bank sebelum menjual. Sebaliknya, importir atau debitur valas sebaiknya memantau kurs jual terendah — dalam hal ini special rate BCA di Rp 17.895 menjadi yang paling murah.
Level Rp 17.864 mendekati titik psikologis Rp 18.000 yang kerap memicu intervensi Bank Indonesia. Pelaku pasar mencermati apakah pelemahan ini akan berlanjut atau sekadar koreksi teknis di tengah penguatan IHSG.
Kontras antara rupiah yang melemah dan IHSG yang menguat mengindikasikan aliran modal asing masih masuk ke pasar saham, namun tekanan di pasar valas tetap tinggi akibat permintaan dolar dari korporasi dan ketidakpastian global.
Apakah kurs di atas sudah termasuk biaya administrasi?
Kurs yang tercantum adalah harga indikasi. Biaya administrasi atau provisi dapat dikenakan terpisah tergantung kebijakan masing-masing bank dan jenis transaksi.
Kapan waktu terbaik untuk menukar valas?
Tidak ada waktu pasti, namun spread biasanya lebih sempit di awal sesi perdagangan. Pantau kurs real-time di aplikasi bank dan bandingkan antar bank sebelum bertransaksi.