KARIMUN — Proses pencarian dua remaja yang tersesat di Gunung Jantan, Kabupaten Karimun, berakhir setelah tim gabungan dari Polsek Tebing dan warga Desa Pongkar berhasil menjangkau lokasi mereka. Keduanya diketahui adalah MR (15) dan MRA (16), warga Baran II.
Kepanikan bermula saat keduanya memutuskan mendaki gunung tersebut pada siang hari. Rencana awal mereka adalah menikmati pemandangan dari puncak. Namun, tubuh yang kelelahan membuat mereka memilih beristirahat di tengah jalur pendakian.
Tanpa disadari, istirahat tersebut berlangsung hingga malam tiba. Saat terbangun, keduanya mendapati lingkungan sekitar sudah gelap total dengan minim penerangan. Rasa takut dan kehilangan orientasi arah membuat mereka tidak berani melanjutkan perjalanan turun sendirian.
Dalam kondisi panik, kedua remaja itu menghubungi layanan darurat Call Center 110 milik Polres Karimun. Laporan tersebut langsung diteruskan ke Polsek Tebing untuk ditindaklanjuti. Kanit Reskrim Polsek Tebing, Ipda Om Kennedi, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, kami menerima laporan ada dua anak laki-laki berusia 15 dan 16 tahun yang mendaki Gunung Jantan sejak siang. Mereka tertidur dan baru terbangun saat malam hari sehingga tidak bisa menemukan jalan turun,” ujar Ipda Om Kennedi.
Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian dan warga setempat segera bergerak menuju lokasi. Proses penyisiran dilakukan di sepanjang jalur pendakian dan area hutan di sekitar Gunung Jantan. Medan yang cukup terjal serta minimnya pencahayaan menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Hingga proses evakuasi berlangsung, pihak kepolisian memastikan koordinasi dengan warga dan relawan terus diperkuat. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat penemuan posisi kedua remaja dan memastikan mereka bisa dievakuasi dalam kondisi selamat.