Honda Accord 50 Tahun: Bukan untuk Museum, Tapi untuk Dipakai Sampai Habis

Penulis: Topan Lubis  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 02:45:31 WIB
Honda Accord generasi pertama yang dipamerkan di American Honda Collection Hall, Torrance, California, Amerika Serikat, dalam kondisi terawat dan dapat dikendarai.

KEPULAUAN RIAU — Ketika Honda Accord pertama kali dijual pada Juni 1976 di Amerika Serikat, hanya ada 600 diler dan satu pilihan bodi: hatchback tiga pintu. Meski begitu, antrean pemesan membengkak hingga enam bulan, dan diler berani membanderol Rp 64 juta tambahan—padahal harga mobilnya sendiri cuma sekitar Rp 64 juta setelah ditambah radio dan ban radial. "This new Honda may be the best automotive buy available in the U.S.," tulis Road & Track edisi Agustus 1976.

Mesin 1.6 Liter yang Mengalahkan Raksasa Amerika

Di balik tenaga 68 dk dari mesin 1.600 cc SOHC karburator tunggal, Accord gen pertama punya senjata rahasia: transmisi manual 5-percepatan yang halus dan presisi bangunan setara jam tangan. Top speed 90 mph, akselerasi 0-60 mph dalam 15,4 detik—angka yang menyedihkan di atas kertas. Tapi pada 1976, kompetisinya adalah Ford Pinto, Chevrolet Vega, dan AMC Gremlin yang terkenal bermasalah. Toyota belum punya mobil penggerak depan, VW Rabbit baru bermasalah dengan kualitas, dan Datsun malah beralih ke desain aneh ala acid-trip.

Yang membuat Accord istimewa bukan kecepatan, melainkan kelogisan tata letak. Setir tipis dengan diameter pas, tuas persneling di posisi ideal, jok nyaman meski sempit di bahu. Panjang mobil hanya 4.135 mm—22 inci lebih pendek dari Honda Civic 2026, dengan jarak sumbu roda 2.380 mm. "Driving through the mean streets of Torrance, there was an ingratiating throwback vibe," tulis sang jurnalis. "Antara Adidas Sambas yang masih keren dan jaket Members Only yang sudah norak."

Dari Ohio ke Garasi Keluarga: Kenapa Accord Paling Enak Dipakai Sampai Rusak

Generasi kedua Accord menjadi momen pribadi bagi sang jurnalis. Sepupunya, Guy Magrone, membeli Accord sedan 1984 atas sarannya saat memulai karir di Marriott. Mobil itu—pernah diisi sembilan orang sekaligus—menemaninya berpindah kota, membangun karir, dan tidak pernah mogok. "I drove it into the ground," kata Guy. Pada 1994, ia menggantinya dengan Mazda MX-6. Accord itu sudah kendur dan lelah, tapi bersih karena Guy perawatannya rapi.

Secara historis, Accord gen kedua penting karena pertama kali dirakit di pabrik Honda pertama di Amerika, Marysville, Ohio. Tapi bagi pemiliknya, mobil itu bukan artefak museum—melainkan sahabat setia yang akhirnya pensiun setelah dipakai habis-habisan. American Honda Collection Hall di Torrance memang menyimpan puluhan Accord dalam kondisi mulus dan bisa dikendarai jurnalis. Tapi sang penulis merasa ada yang hilang: "These were survivors; pristine examples of Accord generation. And the best thing about the Accord is that so few have survived."

Generasi Ketiga yang Paling Didambakan, Tapi Bukan untuk Dipajang

Sang jurnalis masih mengaku fans berat Accord generasi ketiga, terutama versi coupe dua pintu. Lampu utama tersembunyi yang ramping, proporsi bodi sempurna, interior yang menurutnya "close-to-peak Honda"—masih terasa modern dan ramah. Tapi ia berharap Honda mau menyimpan beberapa Accord yang sudah dipakai sampai aus di koleksinya. Bukan untuk dipoles, tapi untuk dikenang sebagai mobil yang bertahan dalam foto keluarga pudar dan unggahan Facebook lama—bukan dalam amber.

Ibu sang jurnalis pernah memiliki Accord EX sedan 1995 dengan transmisi manual 5-percepatan. Mobil itu ringsek pada 199-an (data tidak lengkap). Tapi kini, putrinya Nina justru mengendarai Accord lain warisan neneknya. "We're down one Accord now," tulisnya. "Surely there will be more in the future."

Reporter: Topan Lubis
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top