Ombudsman Kepri Desak SPAM Batam Percepat Perbaikan Pipa Air, Warga Masih Menunggu Aliran hingga Tengah Malam

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:05:31 WIB
Warga menunggu pasokan air bersih mengalir di kawasan terdampak gangguan distribusi di Batam.

BATAM — Kondisi krisis air bersih di Kota Batam belum sepenuhnya pulih setelah kerusakan pipa distribusi di kawasan Batamindo pada 29 Agustus 2026. Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri menemukan sejumlah kawasan yang aliran airnya hanya tersedia pada dini hari, sementara sebagian lainnya harus menunggu hingga tengah malam.

Pemantauan yang dilakukan tim Ombudsman pada 1 September 2026 menemukan kondisi terparah di Perumahan Taman Sari Hijau, Tiban Baru. Di lokasi tersebut, pasokan air mati total dan hanya mengalir antara pukul 01.00 hingga 05.00 WIB. Menurut warga, air tidak mengalir pada siang maupun sore hari, sehingga mereka terpaksa menunggu dini hari untuk mengisi penampungan.

Gangguan Meluas di Sei Lekop, Tiban Tiga, dan Tanjung Sengkuang

Gangguan distribusi air juga terjadi di Sei Lekop. Ombudsman mencatat pasokan air di kawasan ini terganggu selama tiga hingga empat hari, dengan aliran baru mengalir secara terbatas mulai sekitar pukul 22.30 WIB. Tekanan air yang lemah membuat warga di dataran lebih tinggi kesulitan mendapatkan jatah pasokan.

Kondisi serupa ditemukan di Tiban Tiga, Tanjung Sengkuang, dan Perumahan Dreamland Marina Tanjung Riau. Air di kawasan tersebut umumnya baru mengalir pada jam-jam dini hari. Sementara itu, di Sagulung Berseri, aliran mulai kembali bertahap sejak 1 September sekitar pukul 10.00 WIB, namun warga di lokasi lebih tinggi belum sepenuhnya mendapatkan pasokan.

Ombudsman Minta Distribusi Air Alternatif Dipercepat

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga pelayanan harus menjadi perhatian serius. Ia meminta SPAM Batam, badan usaha yang berada di bawah BP Batam, mengintensifkan koordinasi dengan mitranya, Air Batam Hilir, agar merespons cepat kebutuhan warga selama masa perbaikan jaringan pipa.

Menurut Lagat, penyediaan air bersih tidak hanya soal pemulihan jaringan pipa, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama gangguan berlangsung. Ia menyoroti lambatnya respons pengiriman tangki air yang dikeluhkan warga. Informasi yang diterima Ombudsman menunjukkan warga harus menunggu tiga hingga empat hari setelah menghubungi operator sebelum pasokan tangki tiba.

"Oleh karena itu kami mengingatkan agar penanggung jawab daripada pelayanan air di Batam ini yaitu SPAM Batam, yang merupakan badan usaha BP Batam, agar mengintensifkan mitranya yaitu Air Batam Hilir agar merespon dengan cepat kebutuhan air," ujarnya.

"Kalau ditelepon bisa sampai 3 sampai 4 hari kemudian baru merespon untuk mengirimkan, sementara masyarakat membutuhkan air setiap hari," tambah Lagat.

SPAM Batam Diminta Buka Informasi Kapasitas Antisipasi

Ombudsman juga meminta SPAM Batam membuka informasi kepada publik mengenai kemampuan mereka dalam mengantisipasi kekurangan pasokan air selama masa perbaikan. Distribusi air harus menjangkau kawasan dengan tekanan rendah maupun lokasi dataran tinggi agar pemulihan tidak hanya dinikmati sebagian wilayah.

"Kami minta SPAM Batam mengintensifkan pengawasan terkait tanggung jawab mereka untuk perbaikan pipa yang rusak dan merespon kebutuhan air dengan alternatif distribusi tangki," jelasnya.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: alurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top