TANJUNGPINANG — Peluncuran SIMAKDARA digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (22/10/2026). Aplikasi ini dikembangkan Suharyanto, Kepala Bagian Administrasi Keuangan dan Aset Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepri.
SIMAKDARA mendukung tertib administrasi, khususnya memastikan transparansi siklus pencatatan aset. Aplikasi ini juga menopang akuntabilitas belanja barang dan jasa secara terintegrasi.
Nyanyang menegaskan transformasi digital menuntut perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur sipil negara. Menurutnya, kehadiran aplikasi baru tidak cukup tanpa perubahan cara kerja.
"Digitalisasi pemerintah bukan hanya tentang menghadirkan aplikasi baru. Digitalisasi adalah tentang mengubah niat kita, cara kerja, pandangan kita, bagaimana meningkatkan disiplin kita," tegas Nyanyang.
SIMAKDARA diharapkan mempermudah pemantauan pekerjaan dan mempercepat proses administrasi. Aplikasi ini juga disebut mendukung pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang terintegrasi.
"Inovasi ini diharapkan bisa memperkuat digitalisasi dan meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan," harapnya.
Nyanyang membeberkan lima perubahan penting yang ingin dicapai melalui digitalisasi pemerintahan. Kelimanya adalah peningkatan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, koordinasi antarlembaga, dan kualitas pelayanan publik.
Namun ia mengingatkan aplikasi hanya memberi manfaat jika benar-benar didukung dan digunakan dengan sumber daya manusia yang memadai. "Aplikasi akan membuat dan memberikan manfaat apabila benar-benar didukung, digunakan dengan sumber daya manusia," ujarnya.
Nyanyang meminta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau mendukung tata kelola aplikasi. Pengelolaan data juga harus dipastikan berjalan dengan baik.
"Menurut saya pemanfaatan teknologi harus diiringi kesiapan operator dan koordinasi antarperangkat daerah," jelasnya.
Evaluasi berkala turut didorong, mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan keamanan data, serta penyempurnaan sistem sesuai kebutuhan pengguna. Ia menyoroti pentingnya kesiapan operator, bukan sekadar kecanggihan teknologi.
"Jangan kita memiliki aplikasi yang canggih tetapi masih bekerja dengan pola pikir yang lama," tegasnya.
Nyanyang berharap SIMAKDARA menjadi instrumen pendukung reformasi birokrasi. Pemerintahan yang profesional, responsif, transparan, dan akuntabel menjadi target akhirnya.
"Keberhasilan transformasi digital harus diukur dari manfaat yang nyata yang dirasakan oleh pelayanan bagi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau," tutupnya.