KARIMUN — Pelatihan Dokter Kecil Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tebing Lestari menyasar siswa kelas IV dan V dari sejumlah sekolah se-Kecamatan Tebing. Sebanyak 20 guru pembina mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung.
Ing Iskandarsyah menyebut pendidikan kesehatan bukan sekadar transfer pengetahuan medis dasar. Menurutnya, kegiatan itu sekaligus membangun kedisiplinan, kepedulian, keberanian, dan kebiasaan hidup bersih sejak usia dini.
Karakter anak, kata Bupati, tidak terbentuk secara instan. Dibutuhkan pembiasaan positif yang konsisten, terutama lewat lingkungan keluarga dan sekolah.
Pemkab Karimun mengaitkan pelatihan dokter kecil dengan program pemerintah pusat, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program itu mendorong terbentuknya perilaku positif sebagai fondasi generasi unggul.
"Apa yang dibiasakan sejak awal akan menjadi karakter yang melekat hingga mereka dewasa kelak. Karena itu, kebiasaan hidup bersih, sehat, dan disiplin harus ditanamkan sejak dini," ujar Iskandarsyah.
Bupati berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman teori. Mereka diminta menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Penyelenggaraan tahun ini memakai pendekatan berbeda dengan menjadikan lingkungan sekolah sebagai pusat kegiatan. Langkah itu diharapkan membuat pembelajaran lebih interaktif, aplikatif, dan mudah diterapkan sehari-hari.
Kepala Puskesmas Tebing, dr. Citra, menjelaskan materi pelatihan tidak hanya berfokus pada pengetahuan medis dasar. Peserta juga mengasah keterampilan sosial, keberanian berbicara di depan umum, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Lewat pelatihan itu, siswa diharapkan memahami peran dokter kecil sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di sekolah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Tebing, serta jajaran Uspika Kecamatan Tebing. Kolaborasi sektor pendidikan dan kesehatan ini menjadi bagian dari penguatan edukasi kesehatan sejak usia sekolah.
Pemkab Karimun mendorong pembentukan generasi sehat tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kebiasaan hidup sehat diminta tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan.
Membangun generasi unggul, menurut pemerintah daerah, bukan hanya soal mencetak anak berprestasi. Yang sama penting adalah membentuk pribadi yang sehat, disiplin, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.