KARIMUN — Prosesi wisuda yang digelar di salah satu gedung pertemuan di pusat kota itu berlangsung meriah. Para santri mengenakan toga dan medali, didampingi orang tua masing-masing. Acara juga dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, serta tokoh masyarakat.
Pesan Bupati: Ilmu Al-Qur’an Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Khatam
Dalam sambutannya, Iskandarsyah menyampaikan kebanggaan atas pencapaian para santri. Ia mengingatkan bahwa setelah khatam membaca Al-Qur’an, tantangan sesungguhnya baru dimulai.
“Alhamdulillah, kita sangat bangga melihat 250 anak-anak kita hari ini diwisuda. Ini adalah langkah awal. Setelah khatam membaca Al-Qur’an, saya berpesan agar ilmu yang didapat terus diamalkan, bacaan Al-Qur’an terus dijaga dan ditingkatkan, serta akhlakul karimah senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iskandarsyah.
TPQ: Benteng Moral di Tengah Arus Globalisasi
Bupati juga menyoroti peran strategis TPQ di tengah derasnya arus modernisasi. Menurutnya, pendidikan agama yang kuat menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tidak tergerus pengaruh negatif globalisasi.
“Mendidik anak-anak kita dengan nilai-nilai Qur’ani adalah investasi terbaik untuk masa depan daerah kita,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia hanya bisa dibentuk melalui pondasi keagamaan yang kokoh sejak dini. Hal ini, kata dia, menjadi kunci bagi masa depan Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Karimun.
Prosesi Wisuda: Pengalungan Medali dan Penyerahan Syahadah
Puncak acara ditandai dengan pengalungan medali dan penyerahan syahadah (sertifikat) kelulusan kepada para santri. Ratusan orang tua wali santri memadati lokasi, menyaksikan putra-putri mereka menjalani prosesi sakral tersebut.
Para ustaz dan ustazah yang telah membimbing anak-anak selama proses belajar juga mendapat apresiasi dari Bupati. Iskandarsyah berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan semakin banyak anak di Karimun yang mengenyam pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini.