TAREMPA — Bupati Kepulauan Anambas Aneng, didampingi Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian, menghadiri Sidang Paripurna DPRD yang digelar khidmat untuk memperingati 18 tahun berdirinya kabupaten tersebut. Acara yang berlangsung di Tarempa pada Rabu (24/6/2026) ini dihadiri oleh Ketua dan seluruh anggota DPRD, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Dandim 0318 Natuna, Komandan Lanal Tarempa, Kapolres, Kajari, serta pimpinan instansi vertikal dan kepala perangkat daerah.
Kehadiran pimpinan eksekutif dan legislatif dalam satu forum mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi. Tujuannya jelas: mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga ini.
Capaian Pembangunan yang Direfleksikan
Dalam sidang paripurna tersebut, berbagai capaian pembangunan menjadi sorotan utama. Mulai dari sektor infrastruktur yang terus dibenahi, pelayanan publik yang ditingkatkan, hingga pertumbuhan perekonomian daerah. Momen HUT ke-18 ini dimanfaatkan untuk meninjau kembali sejauh mana target pembangunan telah tercapai dan apa yang masih perlu dipercepat.
Bupati Aneng menekankan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan semua pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan semangat gotong royong.
Ajakan Bupati: Perkuat Persatuan di Daerah Perbatasan
“Pembangunan tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan semua pihak. Mari kita wujudkan Anambas yang maju, sejahtera, aman, dan menjadi kebanggaan sebagai daerah perbatasan,” ujar Bupati Aneng dalam sambutannya di hadapan para peserta sidang.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting, mengingat posisi strategis Kepulauan Anambas sebagai daerah perbatasan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat dinilai krusial untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.
Sinergi Forkopimda dan Tokoh Masyarakat
Sidang paripurna juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda. Keterlibatan mereka menjadi simbol bahwa pembangunan Anambas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat. Forum ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan antar unsur daerah dalam menghadapi tantangan ke depan.
Melangkah di usia yang ke-18, Anambas terus berupaya mengejar ketertinggalan infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup warganya. Refleksi tahunan seperti ini menjadi pijakan untuk menentukan prioritas pembangunan pada tahun-tahun mendatang.