TANJUNGPINANG — Kobaran api kembali menyambar sebuah ruko kos di Gang Sempati Indah, Kecamatan Bukit Bestari, Jumat siang. Peristiwa itu terjadi hanya berselang dua hari setelah kebakaran pertama yang menghanguskan dua kamar di lantai dua bangunan yang sama pada Rabu (8/7/2026).
Kebakaran Kedua di Lokasi yang Sama dalam Waktu Berdekatan
DPKP Kota Tanjungpinang menerima laporan kebakaran pada pukul 12.20 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Sebanyak dua unit mobil pemadam dikerahkan, yakni armada BP 8043 T dan BP 9140 A, bersama personel dari Regu 1 Mako SKB dan Regu 4 Pos Dompak.
“Begitu menerima laporan, anggota piket langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan agar api tidak meluas ke bagian bangunan lainnya,” kata Kepala Seksi Operasional DPKP Kota Tanjungpinang, Derry Ambari. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.50 WIB.
Belum Diketahui Apakah Kedua Insiden Saling Berkaitan
Kebakaran pertama pada Rabu lalu sempat menjadi perhatian publik setelah video kepulan asap tebal dan kobaran api beredar luas di media sosial. Dalam insiden itu, tiga penghuni kos sempat terjebak akibat asap yang memenuhi akses keluar. Dua orang berhasil menyelamatkan diri lewat bagian depan dan belakang bangunan, sementara satu penghuni lainnya keluar melalui bangunan sebelah. Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran pertama, meski penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran kedua yang terjadi pada Jumat ini. Derry belum dapat memastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan. “Penyebab kebakaran maupun besaran kerugian material masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” ujarnya.
Imbauan untuk Pemilik Kos: Cek Instalasi Listrik dan Sediakan APAR
Menurut Derry, kebakaran yang terjadi dua kali dalam waktu berdekatan di lokasi yang sama menjadi pengingat bagi pemilik rumah kos, ruko, maupun tempat usaha untuk lebih waspada. Ia mengimbau agar instalasi listrik diperiksa secara rutin dan setiap bangunan dilengkapi Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“APAR sangat penting sebagai penanganan awal sebelum api membesar. Kami juga mengimbau masyarakat agar memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman sehingga potensi terjadinya kebakaran dapat diminimalkan,” kata Derry.
Kebakaran kedua ini sempat mengganggu aktivitas warga sekitar dan membahayakan penghuni kos yang masih berada di dalam bangunan. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut. (Kev)