Pencarian

Disperindag Kepri Perketat Pengawasan MinyaKita di Tanjungpinang, Masih Ditemukan Harga Rp 18.000 per Liter

Senin, 13 Juli 2026 • 19:55:02 WIB
Disperindag Kepri Perketat Pengawasan MinyaKita di Tanjungpinang, Masih Ditemukan Harga Rp 18.000 per Liter
Petugas Disperindag Kepri memeriksa harga MinyaKita di salah satu toko eceran di Tanjungpinang, Senin (10/2).

TANJUNGPINANG — Praktik penjualan MinyaKita di atas harga eceran tertinggi (HET) masih terjadi di sejumlah pedagang eceran di Kota Tanjungpinang. Dari hasil pemantauan Disperindag Kepri, harga jual di lapangan tembus Rp 16.000 sampai Rp 18.000 per liter, sementara HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.

Kepala Disperindag Kepri, Andri, mengatakan pihaknya telah memberikan teguran lisan kepada para pedagang yang melanggar. "Pedagang yang menjual MinyaKita di atas HET, sudah kita berikan teguran lisan disertai pengawasan ketat agar tidak mengulangi perbuatannya," kata Andri di Tanjungpinang, Senin.

Pembelian Maksimal 12 Liter per Orang per Hari

Selain soal harga, Disperindag Kepri juga mengingatkan pedagang untuk membatasi penjualan MinyaKita maksimal 12 liter per orang per hari. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Tahun 2026. Tujuannya, agar pasokan minyak goreng murah itu merata dinikmati masyarakat dan pelaku UMKM.

Disperindag juga mewajibkan setiap pengecer memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang sesuai untuk perdagangan minyak nabati eceran. Pengecer juga harus terdaftar dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) sebelum menerima pasokan dari distributor. "Ini penting agar distribusi MinyaKita tetap sasaran dan sesuai aturan yang berlaku," ungkap Andri.

Pasokan Sempat Langka, Kini Kembali Normal

Ketua Asosiasi Distributor Barang Pokok (Adibapok) Tanjungpinang-Bintan, M. Sadmi Al Qayum, mengungkapkan bahwa pasokan MinyaKita sempat langka di pasaran akibat terkendala proses pengiriman dari luar daerah. Namun, kini kondisi sudah berangsur normal.

Qayum menyebut pihaknya baru saja mendatangkan 249 ribu liter MinyaKita untuk memenuhi kebutuhan. Rinciannya, sebanyak 177.000 liter dialokasikan untuk Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, serta 72.000 liter untuk Kabupaten Karimun. "Dalam waktu dekat, akan masuk lagi 71.000 liter untuk mengantisipasi kekosongan MinyaKita," ujar Qayum.

Sementara itu, kebutuhan minyak goreng di Kota Tanjungpinang dalam setahun mencapai 2.000 ton. Disperindag Kepri akan terus berkoordinasi dengan distributor untuk mencegah kelangkaan dan memastikan harga tetap sesuai HET. Andri mengapresiasi peran distributor dan pihak swasta dalam menjaga pasokan MinyaKita. Menurutnya, harga yang murah sangat membantu masyarakat di tengah kondisi perekonomian saat ini.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks