TANJUNGPINANG — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kepri Aries Fhariandi menyatakan pasokan Minyakita dan cabai kini mulai normal setelah sempat tersendat di jalur distribusi. Distribusi dari Sumatra Utara dan Dumai ke Tanjungpinang sudah berjalan kembali.
400 Ton Minyakita Didistribusikan ke Tiga Wilayah
Distributor baru saja mengirimkan 400 ton Minyakita ke Tanjungpinang. Minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter itu akan dialokasikan untuk masyarakat di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun.
"HET MinyaKita Rp15.700 per liter. Ini sangat membantu masyarakat membeli minyak goreng dengan harga lebih terjangkau," kata Aries di Tanjungpinang, Selasa.
Harga Cabai Merah Masih di Kisaran Rp48 Ribu-Rp52 Ribu
Untuk komoditas cabai, harga di pasaran Kepri saat ini berkisar Rp48 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram. Angka tersebut relatif stabil setelah sempat melonjak akibat kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.
Aries menjelaskan stok cabai di Kepri masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Aceh. Produksi cabai lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Gerakan Menanam Cabai untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah provinsi terus menggenjot produksi cabai lokal melalui gerakan menanam cabai yang masuk dalam program ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Kepri dalam jangka panjang.
"Karena itu, kita terus menggenjot produksi cabai di Kepri melalui gerakan menanam cabai untuk program ketahanan pangan," ucap Aries.
Pemantauan Rutin untuk Kendalikan Inflasi
Disperindag Kepri bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan pengawasan dan pemantauan komoditas pokok di pasaran. Aries mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan, terutama minyak goreng dan cabai.
"Kalau stok dan harga pangan stabil, otomatis inflasi ikut terkendali," demikian Aries.