Pencarian

Stok Batu Bara PLTU Karimun Dipastikan Aman 20 Hari, PLN Siapkan PLTS 2,5 MW untuk Beban Puncak

Kamis, 16 Juli 2026 • 15:42:31 WIB
Stok Batu Bara PLTU Karimun Dipastikan Aman 20 Hari, PLN Siapkan PLTS 2,5 MW untuk Beban Puncak
Stok batu bara PLTU Tanjung Balai Karimun dipastikan aman untuk 20 hari ke depan dengan pasokan 5.000 ton dari Palembang.

KARIMUN — Manajemen PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Kepulauan Riau Unit Pembangkitan (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun angkat bicara soal isu kelangkaan batu bara yang dikaitkan dengan pemadaman listrik di wilayah tersebut. Manager UP PLTU Karimun, Riki Aditiyawarman, menegaskan bahwa pasokan bahan bakar pembangkit dalam kondisi terkendali.

Pasokan 5.000 Ton dari Palembang Masih Berjalan

“Kami pastikan stok batu bara aman, saat ini pengiriman batu bara juga masih berjalan sekitar 5.000 ton dari Palembang, dan itu cukup untuk 20 hari ke depan. Kemudian ini akan datang lagi dan terus berkelanjutan, jadi tidak pernah putus,” ungkap Riki, Kamis (16/7/2026).

Pengiriman batu bara disebutkan berlangsung secara bertahap dan kontinu dari Sumatra Selatan. Manajemen memastikan tidak ada gangguan pada rantai pasok hingga ke mesin pembangkit di Pulau Karimun.

Bukan Pemadaman, Tapi Manajemen Beban

Riki menjelaskan, pemadaman listrik yang sempat dikeluhkan warga bukan disebabkan oleh kekurangan stok batu bara. Peristiwa itu merupakan langkah pengaturan pembebanan atau manajemen beban yang dilakukan oleh ULP Tanjung Balai Karimun.

Selain itu, unit PLTU 1 sempat mengalami trip selama sekitar 1,5 jam. Namun, mesin berhasil kembali sinkron dan beroperasi pada beban penuh (full load) tidak lama setelahnya.

Risiko Mesin yang Dipaksakan Beroperasi

Riki mengakui kondisi pembangkit saat ini pas-pasan. Ia menyebutkan bahwa mesin PLTU unit 2 seharusnya sudah masuk masa perawatan, namun terpaksa ditunda.

“Seharusnya mesin PLTU unit 2 sudah harus masuk perawatan, cuman karena cuaca saat ini cukup panas dan penggunaan listrik masih tinggi, ditambah lagi jumlah pembangkitnya pas-pasangan maka perawatan ditunda dahulu,” terangnya.

Demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, pembangkit tetap dipaksakan menyala meski kondisi tersebut dinilai rentan menimbulkan risiko teknis pada peralatan.

PLTS 2,5 MW Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

Dalam upaya memperkuat sistem kelistrikan di Karimun, PLTU Tanjung Balai Karimun akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Proyek ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan akan difungsikan untuk mencukupi kebutuhan listrik saat beban puncak.

“PLTS ini bantuan dari pusat, nantinya akan dipersiapkan untuk mencukupi kebutuhan listrik saat beban puncak,” ujar Riki.

Pembangunan PLTS dijadwalkan mulai pada September 2026 dengan kapasitas daya mencapai 2,5 MegaWatt (MW). Manajemen menargetkan pembangkit surya tersebut sudah bisa beroperasi pada akhir tahun ini.

Bagikan
Sumber: alurnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks