KEPULAUAN RIAU — JAKARTA — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf membongkar temuan mengejutkan: 28 penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi kuat melakukan transaksi judi online (judol). Nilai perputaran uangnya bahkan menembus angka Rp1 miliar.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebut satu nama penerima bansos dengan transaksi paling boros, mencapai Rp2,6 miliar. Data ini merupakan hasil penelusuran Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos yang berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Rata-rata Transaksi Jauh di Atas Bansos
Gus Ipul mengungkapkan, rata-rata transaksi judol dari 28 penerima bansos tersebut sekitar Rp1,9 juta. Namun, angka itu hanyalah rata-rata. Terdapat lonjakan nilai transaksi yang jauh lebih besar dibandingkan nominal bantuan yang mereka terima.
"Kalau untuk penerima bansos tadi ada nilainya berapa ya? Rata-rata itu cukup 4 juta lebih tadi ya rata-rata ya, nilai rata-ratanya berapa tadi itu? 4 juta lebih itu," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (4/9/2025).
Kemensos kini bergerak mendalami kasus ini. Mereka juga tengah menyelidiki sejumlah laporan lain, termasuk penerima bansos lansia yang tak punya ponsel namun tercoret karena indikasi judol. Dugaan sementara, KTP korban dipakai orang lain untuk bermain judi online.