TANJUNGPINANG — YBM PLN UP3 Tanjungpinang merangkai peringatan Hari Listrik Nasional ke-81 dengan tiga program sosial: Berbagi Bingkisan Sembako untuk Dhuafa, Berbagi Token Listrik Gratis untuk Dhuafa, dan Peduli Purna Karya Dhuafa. Program diinisiasi YBM PLN UID Riau dan Kepulauan Riau dengan sasaran warga Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Dari tiga program itu, penyaluran token listrik gratis menyasar 13 keluarga nelayan tradisional di kawasan Jalan Seijang. Tiap keluarga menerima token senilai Rp200 ribu plus bingkisan sembako.
Mengapa Nelayan Jadi Sasaran Bantuan Token Listrik
Penghasilan nelayan bergantung pada hasil tangkapan di laut dan tidak menentu sepanjang bulan. Kebutuhan pokok seperti biaya pendidikan anak dan belanja dapur harian harus didahulukan.
Dengan token listrik gratis, pengeluaran rumah tangga untuk listrik bisa dialihkan ke kebutuhan lain. Pasokan listrik rumah pun tetap terjaga, terutama untuk menunjang aktivitas belajar anak pada malam hari.
Santunan untuk Keluarga Purna Karya PLN
Program Peduli Purna Karya Dhuafa menyasar keluarga yang pernah mengabdikan diri di lingkungan PLN. YBM PLN memberikan paket bingkisan dan santunan tunai, dengan penyaluran yang melibatkan IKPLN Tanjungpinang.
Salah satu penerima manfaat adalah keluarga almarhum Zulkarnaini di Jalan Seijang, Kota Tanjungpinang. Istri almarhum, Eliza Asmi, mengaku bahagia sekaligus terharu saat menerima kunjungan jajaran manajemen PLN UP3 Tanjungpinang, pengurus YBM PLN UP3 Tanjungpinang, dan pengurus IKPLN Tanjungpinang.
Kepedulian yang Menyertai Layanan Kelistrikan
Asisten Manager Umum dan Keuangan PLN UP3 Tanjungpinang, Deni Irawan, menyebut rangkaian program YBM PLN sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap kegiatan sosial itu memberi manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan perusahaan dan masyarakat.
"PLN ingin hadir serta tumbuh bersama masyarakat Tanjungpinang. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi para penerima manfaat," ujarnya.
Kehadiran PLN, menurut Deni, tidak berhenti pada penyediaan pasokan listrik yang andal. Kontribusi sosial lewat YBM PLN dijalankan agar keberadaan perusahaan dirasakan langsung warga, tidak hanya melalui layanan kelistrikan.