BINTAN — Perluasan aksi menyasar titik-titik keramaian di Kijang dan Tanjunguban, dua kawasan padat aktivitas di Bintan. Puluhan anggota IKAB Kepri menyisir pelabuhan, SPBU, dan perempatan lampu merah untuk menyerahkan masker langsung ke tangan warga.
Langkah tersebut menjadi respons organisasi alumni terhadap paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kepulauan Riau. Masker dibagikan tanpa dipungut biaya.
Ketua Umum IKAB Kepri Lis Darmansyah menekankan pentingnya kedisiplinan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, perlindungan sejak awal menjadi kunci menekan dampak asap terhadap kesehatan warga.
"Perlindungan dini sangat penting untuk meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat paparan partikel asap," tegas Lis Darmansyah.
Imbauan itu menyasar warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan meski kualitas udara memburuk. Pelabuhan dan SPBU dipilih karena menjadi titik pertemuan banyak orang setiap hari.
Koordinator Lapangan IKAB Kepri Rully Dwi Putra memastikan pembagian masker dilakukan secara bertahap. Pihaknya akan mengawal distribusi hingga ke wilayah lain di Kepri.
"Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pelindung dasar saat beraktivitas di luar ruangan," ujar Rully Dwi Putra.
Total masker yang ditargetkan dibagikan mencapai 5.000 lembar. Kebutuhan itu dipenuhi lewat gotong royong para alumni yang tergabung dalam IKAB Kepri.
Pentolan IKAB Kepri Buana Fauzi Februari meminta kepala daerah di Kepri memantau perkembangan Indeks Kualitas Udara (IKU) secara ketat. Pemantauan dinilai penting agar pemerintah bisa bergerak cepat ketika kualitas udara memburuk.
"Pemerintah daerah harus hadir mengambil langkah-langkah konkret dan responsif," ungkap Buana Fauzi Februari.
Dorongan itu melengkapi aksi lapangan yang sudah berjalan. IKAB Kepri berencana memperluas sasaran pembagian masker ke berbagai wilayah Kepulauan Riau, dengan Kijang dan Tanjunguban sebagai titik terbaru.