BATAM — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menilai ketergantungan Bintan terhadap sistem kelistrikan Batam menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi. Pemprov Kepri akan mendorong koordinasi dengan Wali Kota Batam yang juga menjabat Kepala BP Batam agar rencana kemandirian listrik Bintan bisa dipercepat.
Menurut Ansar, kebutuhan listrik di Batam terus meningkat seiring pesatnya perkembangan ekonomi dan investasi. Pengelolaan pasokan yang lebih mandiri di setiap wilayah dinilai perlu dipertimbangkan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di Kepri.
"Kita maklumi juga Batam ini perkembangan kebutuhannya begitu cepat. Jadi, PLN Batam itu memang lebih baik berdiri sendiri," ujarnya.
Usulan ke PLN: Bangun Pembangkit atau Beli Listrik Kawasan Industri
Ansar mengusulkan PT PLN (Persero) memperkuat pasokan listrik Bintan melalui dua jalur. Pertama, membangun pembangkit sendiri. Kedua, membeli energi dari kawasan industri maupun perusahaan yang memiliki fasilitas pembangkit listrik.
"Usulan kita, mudah-mudahan nanti PLN punya kebijakan untuk membangun pembangkit sendiri atau membeli listrik dari kawasan-kawasan penyedia listrik untuk kebutuhan di Kabupaten Bintan," kata Ansar.
Salah satu sumber yang disorot berada di kawasan Tanjung Sauh. Ansar menyebut sejumlah pelaku usaha telah memproduksi listrik sendiri dan pasokan itu berpotensi dimanfaatkan PLN.
"Sekarang ada beberapa pelaku usaha yang juga memproduksi listrik, seperti Tanjung Sauh, dan mungkin nanti ada yang lainnya. Mudah-mudahan itu bisa dimanfaatkan oleh PLN," ujarnya.
Air Bersih hingga Antrean SPBU: Dampak Blackout 12 Oktober 2026
Pemadaman massal pada 12 Oktober 2026 menjadi momentum evaluasi keandalan infrastruktur kelistrikan di tiga wilayah Kepri. Gangguan mulai terjadi sekitar pukul 06.20 WIB dan berlangsung hingga malam hari, lebih dari 15 jam.
Dampaknya tidak berhenti di rumah tangga dan perkantoran yang kehilangan pasokan listrik. Sejumlah warga mengalami gangguan distribusi air bersih dan kesulitan mengakses jaringan komunikasi.
Pusat perbelanjaan, kafe, dan sejumlah tempat usaha menjadi tujuan warga untuk mengisi daya telepon seluler. Antrean kendaraan di beberapa SPBU dilaporkan mengular karena masyarakat membutuhkan bahan bakar.
Sektor industri turut terdampak. Sejumlah kawasan industri yang tidak memiliki pembangkit listrik mandiri menghentikan produksi akibat terputusnya pasokan listrik.
Bareskrim Polri Ambil Alih Investigasi Penyebab Pemadaman
Gangguan listrik yang melumpuhkan tiga wilayah Kepri menjadi perhatian di tingkat nasional. Bareskrim Polri mengambil alih penanganan investigasi dengan melibatkan Polda Kepri dan pihak internal PLN Batam.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin mengatakan penyelidikan dilakukan segera setelah pemadaman massal terjadi. Listrik disebut sebagai infrastruktur vital yang menopang aktivitas masyarakat, industri, dan investasi.
Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) Bareskrim Polri, penyidik Polda Kepri, dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dilibatkan dengan pendekatan scientific investigation. "Kami langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab peristiwa ini. Kami juga mengapresiasi PLN Batam yang kooperatif," kata Asep.
Realisasi rencana kemandirian listrik Bintan tetap memerlukan kebijakan PLN serta kajian teknis terkait kapasitas pembangkit, jaringan transmisi, dan kebutuhan energi masing-masing wilayah.