Pencarian

Disnakertrans Kepri Kawal Kompensasi 400 Pekerja PT Dunia Solar Batam, 70 Orang Sudah Mengadu

Rabu, 21 Oktober 2026 • 09:02:01 WIB
Disnakertrans Kepri Kawal Kompensasi 400 Pekerja PT Dunia Solar Batam, 70 Orang Sudah Mengadu
Kepala Disnakertrans Kepri Diki Wijaya menyampaikan keterangan kepada wartawan di Batam, Selasa (20/10).

BATAM — Kepala Disnakertrans Kepri Diki Wijaya menyatakan pihaknya lebih dulu bertemu perwakilan serikat pekerja atau PUK sebelum mempertemukan mereka dengan manajemen PT Dunia Solar Indonesia. Pertemuan itu membahas tuntutan pembayaran kompensasi yang menjadi hak pekerja setelah kontrak berakhir.

Negosiasi berjalan alot karena jumlah pekerja terdampak cukup banyak. "Jadi ketemu PUK-nya. Tadi sempat melakukan negosiasi karena memang banyak yang sudah dikeluarkan di Dunia Solar. Alhamdulillah, tadi sudah dibuat surat perjanjian," ujar Diki, Selasa (20/10).

70 Pekerja Ajukan Pengaduan Resmi ke Disnakertrans

Dari sekitar 400 pekerja yang terdampak, sebanyak 70 orang telah menyampaikan pengaduan kepada Disnakertrans Kepri. Persoalan yang dilaporkan terutama menyangkut pembayaran kompensasi sebesar satu kali gaji setelah masa kontrak kerja berakhir.

Diki menyebut manajemen PT Dunia Solar Indonesia telah menyatakan kesediaan memenuhi kewajiban tersebut. Perusahaan berjanji merealisasikan pembayaran kepada para pekerja dalam waktu dekat.

"Dari perusahaan tadi sudah memberikan komitmen dan membuat surat pernyataan kepada seluruh pegawainya. Kompensasinya akan dibayarkan segera," katanya.

Surat Pernyataan Diteken GM Production dan HR & GA Manager

Komitmen itu tertuang dalam surat pernyataan manajemen PT Dunia Solar Indonesia yang ditandatangani GM Production Sun Zhen Wei dan HR & GA Manager Lina Jane. Dalam surat tersebut, manajemen menegaskan perusahaan yang bergerak di bidang panel surya itu tetap memenuhi kewajiban pembayaran kompensasi karyawan sesuai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

Lina Jane memastikan pembayaran dilakukan melalui rekening masing-masing pekerja. "Iya, kompensasi tetap kita bayar ke rekening masing-masing pekerja," ujar Jane melalui sambungan telepon.

Jane belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana penutupan operasional perusahaan, berakhirnya kontrak para pekerja, maupun kepastian waktu pembayaran kompensasi.

Proyek Berkurang, Pola Serupa Terjadi di PT Ghim Li Batam

Diki menjelaskan persoalan ketenagakerjaan di PT Dunia Solar Indonesia berkaitan dengan berkurangnya proyek yang dikerjakan. Kondisi itu dinilai mirip dengan kasus yang sebelumnya menimpa PT Ghim Li Batam.

"Permasalahannya hampir sama seperti PT Ghim Li, proyeknya itu berkurang dan segala macam. Kalau Ghim Li itu manajemennya sudah keluar, kalau ini perusahaan masih ada di sini," ujarnya.

Meski menghadapi pengurangan proyek, Diki berharap perusahaan tetap memenuhi hak-hak pekerja. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga iklim investasi di Batam agar gelombang pemutusan hubungan kerja tidak meluas.

"Semoga investasi di Batam ini tetap berjalan. Takutnya semakin bertambah pengangguran karena banyak investasi yang mundur akibat proyek tidak berjalan lagi," katanya.

Pekerja Datangi Kawasan Perusahaan, Negosiasi Berjalan Spontan

Sejumlah pekerja kontrak PT Dunia Solar Indonesia mendatangi kawasan perusahaan di Batu Ampar, Kota Batam, Selasa (20/10/2026). Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan kepastian pembayaran kompensasi yang menjadi hak setelah kontrak berakhir.

Aksi spontan itu berlanjut pada negosiasi antara perwakilan pekerja dan pihak perusahaan. Setelah memperoleh komitmen tertulis mengenai pembayaran kompensasi, para pekerja akhirnya meninggalkan kawasan perusahaan.

Disnakertrans Kepri memastikan akan terus memantau realisasi pembayaran kompensasi bagi seluruh pekerja terdampak, bukan hanya 70 orang yang telah mengadu.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gokepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks