SUNGAI LUMPUR — Lurah Sungai Lumpur Teddy Andika menyatakan penentuan lokasi drainase mengacu pada hasil musyawarah perencanaan pembangunan yang digelar pada 2025. Saat itu kedua kawasan teridentifikasi sebagai area yang butuh perbaikan sistem pengairan.
Sebelum proyek dikerjakan, saluran air di dua lingkungan tersebut hanya berupa parit alami buatan warga. Tanpa pengecoran atau struktur beton, parit mudah longsor dan dangkal saat hujan deras.
Mengapa RT 002 dan RT 001 Jadi Prioritas
Teddy menegaskan pemilihan titik bukan tanpa dasar. Kondisi eksisting dinilai tidak lagi memadai untuk menampung debit air.
"Prioritas ini didasarkan pada hasil musyawarah tahun 2025. Kedua lokasi ini memang sangat membutuhkan intervensi infrastruktur karena kondisi eksisting yang ada sebelumnya belum memadai," kata Teddy saat meninjau drainase yang telah selesai dibangun, Minggu (18/10/2026).
Parit alami yang selama ini dipakai warga disebut kurang efektif. Selain rawan longsor, endapan lumpur mempercepat pendangkalan sehingga aliran air tersendat.
Dampak ke Warga: Pengairan dan Mitigasi Genangan
Konstruksi drainase beton diharapkan memperbaiki fungsi pengairan sekaligus menekan potensi genangan di permukiman. Teddy menyebut infrastruktur permanen jauh lebih tahan lama dibanding parit sebelumnya.
"Harapan utamanya tentu membantu masyarakat dalam hal pengairan dan mitigasi banjir. Infrastruktur yang lebih permanen ini akan jauh lebih tahan lama dibandingkan parit alami sebelumnya," terangnya.
Proyek ini melibatkan langsung Kelompok Masyarakat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sungai Lumpur. Skema swakelola membuat warga ikut mengerjakan, bukan sekadar menerima hasil.
Pemeliharaan Jadi PR Bersama
Teddy menekankan pembangunan fisik bukan akhir tanggung jawab. Warga diminta menjaga aset publik lewat gotong royong dan pembersihan rutin.
"Kami berharap ada kesadaran penuh dari masyarakat untuk turut memelihara drainase ini. Gotong royong membersihkan sampah dan sedimen harus terus dilakukan agar fungsi drainase tetap optimal dalam jangka panjang," tutupnya.
Pembersihan sampah dan sedimen menjadi kunci agar saluran beton tidak kembali tersumbat. Tanpa perawatan berkala, fungsi drainase bisa menurun meski konstruksinya sudah permanen.