BATAM — Pemprov Kepri mengalokasikan insentif Rp2,5 juta per personel bagi Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga, dan Bhabinkamtibmas sebagai penopang pembinaan teritorial di wilayah kepulauan. Alokasi anggaran itu melengkapi kehadiran Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah yang dinilai memperkuat pertahanan kewilayahan serta pembinaan teritorial di Kepulauan Riau.
Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan hal itu di Batam, Selasa (20/10/2026), dengan menekankan bahwa pertahanan wilayah tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah.
"Kehadiran Kodam baru ini memperkuat pertahanan kewilayahan serta pembinaan teritorial di Kepulauan Riau," kata Nyanyang.
Luas 425.214 Kilometer Persegi, 98 Persen Lautan
Wilayah Kepri mencakup 425.214 kilometer persegi dengan 98 persen di antaranya berupa lautan. Dari luas itu, tercatat 22 pulau terdepan yang posisinya berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.
Posisi geografis tersebut menempatkan Kepri di jalur pelayaran strategis Selat Malaka. Jalur ini sekaligus membuka celah masuk berbagai ancaman kejahatan transnasional.
Ancaman yang dimaksud mencakup peredaran narkotika, penyelundupan, perdagangan orang, serta bentuk kejahatan lintas negara lainnya. Penguatan pengamanan wilayah dinilai penting untuk menghadapi tekanan tersebut.
Sinergi TNI dan Pemda Dorong Iklim Investasi Aman
Nyanyang menyebut sinergi kuat bersama TNI menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah perbatasan. Kolaborasi keamanan itu turut menopang aktivitas ekonomi Kepri yang tumbuh 6,99 persen dengan realisasi investasi Rp40,38 triliun pada semester I 2026.
"Sinergi kuat bersama TNI menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah perbatasan," ujarnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi sebesar itu, Pemprov Kepri berharap kerja sama dengan Kodam XXV menciptakan iklim investasi yang aman. Harapan berikutnya, kesejahteraan masyarakat perbatasan ikut terangkat.
Insentif bagi aparat kewilayahan menjadi salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut. Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga, dan Bhabinkamtibmas berada di garis depan pembinaan teritorial di kampung-kampung pesisir dan pulau-pulau kecil.