KEPULAUAN RIAU — Lembaga riset independen Evident Institute menilai pendekatan dialog dalam komunikasi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah menghasilkan sejumlah capaian kebijakan. Namun, tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat masih menjadi tantangan yang belum terselesaikan. Kajian dua tahun komunikasi pemerintahan itu mendorong perluasan dialog dengan dunia usaha dan penguatan kebijakan ekonomi untuk menjaga daya beli serta mendorong penciptaan lapangan kerja.
Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo menyampaikan hasil kajian tersebut dalam keterangan di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Kajian itu menyoroti proses dialog antara pemerintah, DPR, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha dalam pembahasan Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang baru disahkan.
Evident Institute juga menilai Peraturan Presiden tentang pelindungan pengemudi ojek daring sebagai contoh dialog antara pemerintah, pengemudi, dan perusahaan aplikator dalam menghasilkan kebijakan. Regulasi itu mengatur peningkatan porsi pendapatan pengemudi.
Menurut kajian lembaga tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah tetap tinggi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai salah satu program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Evident Institute mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah tetap tinggi, dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai salah satu program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Antonius.
Di sisi lain, kajian tersebut mencatat sebagian pelaku usaha masih menahan perekrutan karyawan baru. Kondisi itu terjadi mulai dari sektor manufaktur hingga perusahaan rintisan (startup) di tengah fluktuasi nilai tukar dan keterbatasan pendanaan.
Sejumlah kredit perbankan yang telah disetujui juga belum sepenuhnya disalurkan. Evident Institute menilai indikasi tersebut menunjukkan pemulihan aktivitas sektor riil masih membutuhkan waktu.
Pada tingkat rumah tangga, sebagian masyarakat dilaporkan semakin mengandalkan pinjaman daring (pindar) dan pembiayaan gadai. Dana itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan mendesak.
Evident Institute menilai kelompok tersebut perlu mendapat perhatian melalui mekanisme jaring pengaman sosial yang lebih tepat sasaran. Lembaga itu menegaskan kondisi mereka tidak mewakili keseluruhan masyarakat.
Kajian dua tahun komunikasi pemerintahan itu mendorong perluasan dialog dengan dunia usaha. Evident Institute juga menekankan penguatan kebijakan ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong penciptaan lapangan kerja.
Bagi pelaku pasar, temuan ini memberi sinyal bahwa stabilitas politik dan komunikasi pemerintah dinilai positif, tetapi transmisi ke sektor riil belum merata. Kalangan pengusaha disebut masih menunggu kepastian nilai tukar dan akses pendanaan sebelum kembali memperluas kapasitas usaha.