TANJUNGPINANG — Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia". Hadir mendampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Drs. H. Ariza, jajaran pimpinan dan perwakilan TNI, Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang Hj. Yuniarni Pustoko Weni, serta jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Peserta upacara mencakup kalangan veteran, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, mahasiswa, anggota Pramuka, Purna Paskibraka, dan tamu undangan. Rangkaian acara berjalan sesuai protokol kenegaraan, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.
Dalam pidato Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan pembina upacara, ditegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam karakter generasi penerus bangsa. Kemajuan Indonesia, menurut pesan tersebut, membutuhkan generasi muda yang mencintai tanah air, pantang menyerah, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Para pemuda diajak mewujudkan patriotisme melalui pengabdian dan tindakan nyata. Kegigihan dalam menghadapi tantangan serta empati dalam kehidupan bermasyarakat disebut sebagai kunci kontribusi generasi muda. Ilmu, karya, dan pengorbanan mereka diharapkan menjadi bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia.
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan dalam menjaga persatuan sekaligus berkontribusi bagi bangsa dan daerah. Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan.
"Momentum Hari Sumpah Pemuda ini hendaknya menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta berkarya dengan semangat patriotik, gigih, dan berempati. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Kota Tanjungpinang agar tetap aman dan kondusif," ungkap Indra.
Ajakan tersebut menyasar langsung kalangan pelajar dan mahasiswa yang hadir di Lapangan Dewa Ruci. Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau memiliki dinamika sosial yang beragam, sehingga pesan toleransi dan persatuan dinilai relevan untuk menjaga harmoni antarwarga.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong generasi muda mengambil peran nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 diharapkan tetap menjadi landasan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Bagi Tanjungpinang, gaung peringatan ini bersambung dengan kebutuhan menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis. Sinergi antara pemerintah kota, kepolisian, TNI, dan elemen masyarakat menjadi prasyarat agar pesan persatuan tidak berhenti di lapangan upacara.