KEPULAUAN RIAU — Grup band Ungu menggelar konser tunggal bertajuk "Waktu Yang Dinanti – Final Chapters" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan, untuk merayakan tiga dekade karier di industri musik Indonesia. Pada konser tersebut, Ungu menghadirkan Andien sebagai tamu kejutan untuk membawakan lagu "Saat Bahagia", menandai duet pertama mereka setelah 19 tahun. Penampilan itu menjadi salah satu momen paling berkesan bagi para Cliquers yang memadati venue.
Konser perayaan 30 tahun Ungu berlangsung meriah dengan nuansa nostalgia yang kental. Pasha dan kawan-kawan membawakan deretan karya yang telah menemani penggemar selama tiga dekade, disambut antusias oleh Cliquers yang ikut bernyanyi sepanjang penampilan.
Ungu menghadirkan Andien di atas panggung saat hendak membawakan lagu "Saat Bahagia". Kehadiran penyanyi jazz-pop itu langsung memancing riuh penonton yang hadir pada Jumat malam di Tennis Indoor Senayan.
Pasha menyebut penampilan tersebut sebagai duet pertama Ungu dengan Andien setelah 19 tahun. Keduanya tampil enerjik sambil menari bersama, membuat suasana konser semakin hidup.
"Kalau menurutku, Ungu dari awal sampai saat ini, spirit-nya nggak pernah berubah," tutur Andien kepada kapanlagi.com di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan.
Andien juga berharap Ungu tetap solid, membumi, dan terus berkarya di dunia musik Indonesia. "Menurutku, Ungu ini sosok band yang kekeluargaan banget. Benar-benar luar biasa sekali," tambahnya.
Selain Andien, konser tiga dekade Ungu menggandeng sejumlah musisi lain. Rossa tampil membawakan "Terlanjur Cinta", lagu duet legendaris mereka yang dirilis pada 2009, dan berhasil menghidupkan suasana dengan suaranya yang khas.
Lesti Kejora juga naik ke panggung untuk berduet dengan Ungu dalam lagu "Bismillah Cinta". Kolaborasi lintas generasi ini menambah warna tersendiri dalam rangkaian penampilan malam itu.
Kejutan lain datang dari generasi kedua para personel Ungu. Kiesha Alvaro, anak Pasha, berduet dengan Zara Leola, anak Enda, di atas panggung.
Keduanya tidak hanya menunjukkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga menyampaikan rasa sayang dan terima kasih kepada sang ayah. Penampilan itu menjadi salah satu momen emosional yang melengkapi perayaan 30 tahun Ungu.
Konser "Waktu Yang Dinanti – Final Chapters" menegaskan posisi Ungu sebagai salah satu band paling konsisten di blantika musik Indonesia, dengan basis penggemar yang tetap setia melintasi tiga generasi.