Thailand Naikkan Pajak Mobil Listrik CBU Impor dari 10% Jadi 35% Mulai 2027

Penulis: Binsar Gultom  •  Rabu, 04 November 2026 | 14:06:31 WIB
Kabinet Thailand menyetujui kenaikan pajak cukai mobil listrik CBU impor dari 10 persen menjadi 35 persen mulai 1 Januari 2027.

KEPULAUAN RIAU — Kabinet Thailand menyetujui kenaikan pajak cukai mobil listrik impor utuh (CBU) dari 10 persen menjadi 35 persen, berlaku 1 Januari 2027. Kebijakan ini menyasar produsen yang belum punya basis manufaktur di Negeri Gajah Putih, di tengah lonjakan pendaftaran kendaraan listrik yang naik 89,7 persen pada September 2026.

Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas menyatakan kenaikan tarif itu bagian dari struktur pajak bertingkat yang baru. Pemerintah Thailand merancang skema tersebut untuk mendorong investasi dan produksi lokal, bukan sekadar menambah penerimaan negara dari impor kendaraan jadi.

Dua Tujuan di Balik Kenaikan Pajak Cukai

Laporan Bangkok Post menyebut kebijakan ini punya sasaran ganda. Pertama, melindungi investor yang sudah menanam modal pada pabrik manufaktur dan rantai pasok di Thailand. Kedua, mendorong produsen yang masih bergantung pada impor agar mempercepat negosiasi dengan pemerintah untuk mendirikan fasilitas produksi lokal.

Produsen yang sudah membangun pabrik di Thailand praktis tidak terkena dampak langsung. Sebaliknya, merek yang masih mengandalkan impor CBU menghadapi kenaikan beban cukai hingga tiga setengah kali lipat dari tarif sebelumnya.

Penjualan September 2026 Melonjak 89,7 Persen

Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang mengutip statistik Departemen Transportasi Darat mencatat 22.587 kendaraan listrik baru terdaftar pada September 2026, termasuk sepeda motor listrik. Angka itu naik 89,7 persen dibanding September tahun lalu.

Kategori kendaraan listrik penumpang mencatat 19.425 unit pada bulan yang sama, melonjak 98,6 persen secara year-on-year. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, total pendaftaran kendaraan listrik di Thailand mencapai 191.273 unit atau naik 83 persen dibanding periode yang sama 2025.

Dari jumlah tersebut, mobil listrik penumpang menyumbang 167.789 unit. FTI memperkirakan penjualan kendaraan listrik sepanjang 2026 mencapai 200.000 hingga 220.000 unit, naik dari sekitar 120.000 unit pada 2025.

Infrastruktur Pengisian Daya Jadi Pertimbangan

Hingga akhir September, Thailand memiliki 5.021 lokasi pengisian daya dengan total 15.290 konektor tersebar di seluruh negeri. Jumlah itu menjadi salah satu pertimbangan pemerintah menyeimbangkan insentif kendaraan listrik dengan kapasitas produksi dalam negeri.

Bagi konsumen Thailand, kenaikan cukai berpotensi mengerek harga mobil listrik CBU mulai awal 2027. Merek yang belum berkomitmen membangun pabrik lokal kemungkinan menyesuaikan strategi harga atau mempercepat realisasi investasi manufaktur agar tetap kompetitif.

Kebijakan ini juga menjadi sinyal bagi pasar otomotif Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bahwa insentif kendaraan listrik di kawasan mulai diarahkan ke produksi lokal, bukan sekadar impor unit jadi.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top