KEPULAUAN RIAU — PT Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki dan memperpanjang operasional sejumlah terminal menjadi 24 jam untuk memangkas antrean BBM di Lampung, Jawa Timur, Bali, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara dilaporkan kembali terkendali, sementara Lampung dan Gorontalo masih menurun. Penambahan armada ini menyusul lonjakan permintaan dan kendala distribusi di tiap wilayah yang berbeda karakter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan perusahaan memperbanyak penyaluran BBM dan mengoptimalkan pelayanan di SPBU. Penambahan armada ditempuh lewat skema spot charter, bukan pengadaan permanen, sehingga bisa digeser mengikuti kebutuhan lapangan.
Rincian Tambahan Armada per Wilayah
Jawa Timur menyerap tambahan terbesar: 41 mobil tangki berkapasitas total 1.184 kiloliter (KL). Sejumlah terminal di provinsi itu dioperasikan 24 jam, dan layanan di 17 SPBU yang buka nonstop ikut dioptimalkan.
Di Lampung, Pertamina Patra Niaga menambah 20 mobil tangki berkapasitas 320 KL. Pasokan juga dialihkan dari Integrated Terminal Palembang sebanyak 120 KL untuk menutup kekurangan di lapangan.
Sulawesi Utara mendapat 11 mobil tangki berkapasitas 200 KL, dengan operasional Integrated Terminal Bitung diperpanjang menjadi 24 jam. Bali dan Gorontalo disebut masih dalam pemantauan, tanpa rincian tambahan armada yang dipublikasikan.
Mengapa Antrean Muncul di Lima Wilayah
Kitty menjelaskan setiap wilayah punya sumber masalah berbeda. Ada yang tertekan lonjakan permintaan, ada yang terkendala jarak tempuh dan medan sulit, hingga akses kapal ke terminal tertentu yang tidak lancar.
"Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Karena itu, penanganan tidak diseragamkan. Perusahaan memilih pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait sesuai kondisi masing-masing.
Pengawasan Sampai BBM Dibongkar di SPBU
Secara nasional, pengiriman diprioritaskan ke SPBU yang jadi perhatian. Pasokan bisa dialihkan dari terminal penyangga bila diperlukan, dan jadwal mobil tangki diatur mengikuti kebutuhan wilayah.
Pemantauan tidak berhenti di terminal. Pertamina Patra Niaga mengawal proses hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU, untuk memastikan distribusi berjalan sesuai rencana.
"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan," kata Kitty.
Imbauan ke Pembeli dan Pengetatan Pengawasan
Pengaturan antrean di SPBU ikut diperketat, bersamaan dengan pengawasan distribusi bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Langkah ini untuk memastikan penyaluran sesuai ketentuan, termasuk mencegah pembelian berlebihan.
Perusahaan mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Pemantauan pasokan dan kondisi SPBU akan berlanjut, dengan penyesuaian operasional mengikuti perkembangan di lapangan.
Bagi konsumen di lima wilayah itu, tambahan 72 mobil tangki menjadi sinyal bahwa kelangkaan yang memicu antrean panjang mulai diatasi secara bertahap. Namun perbaikan pasokan bergantung pada seberapa cepat kendala logistik di tiap daerah, terutama akses kapal dan medan distribusi, benar-benar tuntas.