TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan bagi seluruh anak di wilayahnya tanpa kecuali. Hal tersebut ia sampaikan usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Senin pagi.
Ansar menyebut sekolah memegang peran strategis dalam mencerdaskan bangsa serta membentuk karakter generasi muda yang beriman. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya membentuk akhlak mulia bagi para siswa.
“Setiap anak berhak mendapatkan proses belajar yang tulus dan memanusiakan manusia,” ujar Ansar di hadapan tenaga pendidik dan siswa.
Fokus pada Metode Deep Learning dan Kesejahteraan Guru
Pemerintah pusat saat ini tengah mendorong sejumlah program prioritas untuk mendongkrak kualitas lulusan di daerah. Salah satu poin utamanya adalah implementasi metode deep learning yang dirancang agar siswa memahami materi secara lebih mendalam dan kontekstual.
Selain pembaruan metode ajar, peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi agenda mendesak dalam kebijakan pendidikan nasional tahun ini. Kombinasi antara metode modern dan guru yang sejahtera diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang lebih produktif.
Ansar menegaskan bahwa inovasi di lingkungan sekolah sangat penting. Langkah ini diperlukan agar generasi muda Kepri memiliki daya saing tinggi di tengah perubahan zaman yang cepat.
Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Pendidikan
Gubernur mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam membangun mutu pendidikan. Perlu kerja sama yang kuat antara pihak sekolah, keluarga, masyarakat, hingga peran aktif media massa.
“Kebijakan mutu pendidikan memerlukan dukungan nyata dari semua pihak,” terangnya.
Sinergi kolektif ini menjadi kunci utama untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul di Kepulauan Riau. Ansar optimistis, semangat kolaborasi akan mendorong terciptanya generasi dengan fondasi karakter kuat untuk masa depan.
Ia mengajak seluruh insan pendidikan di Kepri untuk terus berinovasi dan tidak berhenti melakukan pembenahan di internal institusi masing-masing.