KEPULAUAN RIAU — PLN UPDL Bogor tak sekadar mengadakan perlombaan biasa. Mereka merangkai lomba memasak dengan edukasi langsung tentang kompor induksi dan kompor listrik. Para peserta yang mayoritas ibu-ibu diajak mempraktikkan langsung cara menggunakan kompor listrik saat memasak nasi goreng.
"Kami ingin momen Hari Kartini ini menjadi ajang pemberdayaan perempuan, terutama dalam mengenal teknologi baru yang lebih modern dan hemat energi," ujar perwakilan PLN UPDL Bogor dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Jumat (24/4/2026).
Edukasi Langsung Sambil Praktik Masak
Acara yang berlangsung di lingkungan kantor PLN UPDL Bogor itu diikuti puluhan peserta dari kalangan pegawai dan masyarakat sekitar. Tak hanya berlomba, peserta juga mendapat pemaparan dari tim teknis PLN mengenai perbedaan kompor listrik dengan kompor gas, termasuk soal biaya operasional dan aspek keamanan.
PLN menyebutkan, penggunaan kompor listrik dinilai lebih aman karena tidak menggunakan tabung gas yang rawan bocor. Selain itu, biaya bulanan untuk memasak dengan kompor listrik disebut lebih terkontrol lantaran tarif listrik rumah tangga yang tetap.
Dampak Langsung ke Masyarakat
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya PLN mendorong elektrifikasi di sektor rumah tangga. Dengan edukasi seperti ini, PLN berharap masyarakat tak ragu beralih dari kompor gas ke kompor listrik.
Beberapa peserta mengaku baru pertama kali mencoba kompor listrik. Mereka mengaku tertarik setelah melihat langsung proses memasak yang cepat dan tidak menimbulkan asap. "Ternyata lebih praktis, apinya stabil, dan tidak bikin dapur panas," ujar salah satu peserta.
PLN UPDL Bogor berencana menggelar kegiatan serupa secara rutin ke depannya. Targetnya, semakin banyak rumah tangga di Bogor dan sekitarnya yang beralih ke kompor listrik demi efisiensi energi dan keselamatan.