BATAM — Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Victor Palimbong mengonfirmasi capaian ini merupakan hasil dari pelayanan serentak dalam rangka hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Pelayanan difokuskan pada akses kontrasepsi, terutama bagi ibu pasca-persalinan.
Dominasi Akseptor Ibu Pasca-Persalinan
Data BKKBN Kepri menunjukkan, dari total akseptor, layanan KB pasca-persalinan (KBPP) mendominasi dengan angka 5.313 akseptor. Sementara itu, pelayanan non-KBPP tercatat sebanyak 1.538 akseptor.
“Secara keseluruhan target pelayanan KB di Kepri sebanyak 4.587 akseptor dan yang terlayani mencapai 6.851 akseptor atau 149,36 persen dari target,” ujar Victor di Batam, Jumat.
Metode Kontrasepsi Paling Diminati
Layanan yang diberikan mencakup seluruh metode kontrasepsi, mulai dari suntik, pil, implan, Intrauterine Device (IUD), hingga metode operasi seperti tubektomi dan vasektomi. Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) jenis implan menjadi primadona, disusul non-MKJP seperti suntik dan pil.
Victor menjelaskan pendekatan ini bertujuan menghindari risiko 4T, yaitu terlalu banyak anak, terlalu dekat jarak kelahiran, terlalu muda melahirkan, dan terlalu tua melahirkan.
Batam Mendominasi, Puskesmas dan Bidan Jadi Garda Terdepan
Secara regional, Kota Batam mencatat jumlah akseptor terbanyak dengan 4.039 orang. Disusul Karimun (874 akseptor), Tanjungpinang (732 akseptor), Bintan (552 akseptor), Lingga (337 akseptor), Natuna (171 akseptor), dan Kepulauan Anambas (146 akseptor).
Dalam pelaksanaannya, BKKBN Kepri menggandeng puskesmas, klinik pratama, rumah sakit umum, praktik mandiri bidan, hingga praktik dokter di seluruh wilayah Kepri. Fasilitas dengan layanan terbanyak berada di Batam, yakni praktik mandiri bidan di Duriangkang yang melayani 122 akseptor dan Puskesmas Sei Lekop yang melayani 100 akseptor.
Target Ke Depan: Meningkatkan Kesadaran Perencanaan Keluarga
Dengan capaian ini, BKKBN Kepri berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi terus meningkat, khususnya bagi ibu pasca-persalinan. Program ini menjadi salah satu upaya strategis menekan angka kelahiran tidak terencana di wilayah kepulauan.