Pencarian

UMKM Minuman Kekinian di Natuna, Aii Boba Tawarkan 10 Varian Rasa Mulai Rp8 Ribu per Gelas

Selasa, 14 Juli 2026 • 15:45:31 WIB
UMKM Minuman Kekinian di Natuna, Aii Boba Tawarkan 10 Varian Rasa Mulai Rp8 Ribu per Gelas
Aida, pemilik Aii Boba, menyajikan sepuluh varian rasa minuman boba dengan harga mulai dari Rp8 ribu per gelas di persimpangan Masjid Agung Natuna.

NATUNA — Peluang usaha di sektor minuman kekinian di Kota Ranai masih terbuka lebar. Hal ini dibuktikan oleh Aida, pemilik Aii Boba, yang memutuskan melanjutkan bisnis minuman di lokasi yang sebelumnya ditinggalkan penyewa lain. Kini, kedainya di persimpangan Masjid Agung Natuna menjadi salah satu pilihan warga, dari pelajar hingga keluarga, untuk menikmati boba dengan harga terjangkau.

Dari Mana Nama Aii Boba Berasal?

Nama Aii Boba diambil dari panggilan akrab Aida, yang sehari-hari lebih dikenal dengan sebutan "Aii". Ide usaha ini muncul setelah penyewa sebelumnya yang juga berjualan minuman menghentikan bisnisnya di tempat tersebut. "Awalnya tempat ini disewa orang lain yang juga berjualan minuman. Setelah mereka tidak lagi berjualan di sini, kami melihat peluangnya masih bagus, akhirnya kami melanjutkan usaha dengan membuka kedai boba sendiri," ujar Aida kepada koranperbatasan.com, Sabtu (11/7/2026).

10 Varian Rasa dan Harga yang Ditawarkan

Aii Boba menyajikan sepuluh pilihan rasa, di antaranya cokelat, cappuccino, red velvet, vanila, green tea, Milo, taro, tiramisu, stroberi, serta vanila Oreo. Seluruh minuman dibuat menggunakan blender agar teksturnya lebih lembut dan segar, kemudian ditambahkan topping boba.

Untuk harga, pelanggan bisa memilih dua ukuran gelas. Gelas kecil dibanderol Rp8 ribu, sedangkan gelas besar seharga Rp10 ribu. "Kami menyediakan 10 pilihan rasa. Semua dibuat menggunakan blender agar hasilnya lebih lembut dan segar," kata Aida.

Cuaca dan Listrik Jadi Kendala Utama

Meski terbilang stabil, usaha ini tak lepas dari tantangan. Aida mengungkapkan, penjualan sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Saat cuaca panas, jumlah pembeli biasanya meningkat drastis. Sebaliknya, ketika hujan, pelanggan cenderung berkurang karena lebih memilih minuman hangat.

Kendala lain datang dari pasokan listrik. "Kalau hujan memang lebih sepi karena orang lebih mencari minuman hangat. Kendala lainnya kalau mati lampu kami tidak bisa berjualan karena semua minuman dibuat menggunakan blender," ungkapnya.

Keuntungan Bersih Capai Rp2,5 Juta per Bulan

Meski menghadapi kendala musiman, Aida menilai kondisi usahanya masih cukup stabil. Sejak pertama kali buka hingga kini, perbedaan pendapatan tidak terlalu signifikan. "Pendapatan dari awal buka sampai sekarang tidak jauh berbeda. Alhamdulillah masih stabil, keuntungan bersih sekitar Rp2,5 juta per bulan," jelasnya.

Ke depan, Aida berharap Aii Boba semakin berkembang dan bisa membuka jenis usaha lain. Ia juga berharap kondisi perekonomian Natuna segera membaik agar daya beli masyarakat meningkat. "Harapan saya semoga usaha ini semakin maju, semakin berkembang, dan semakin ramai pembeli. Mudah-mudahan nanti bisa membuka usaha lain selain minuman. Semoga ekonomi Natuna juga kembali stabil," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: koranperbatasan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks