NATUNA — KPP Natuna memilih dua lokasi latihan yang mewakili karakteristik alam setempat, yakni jarak antarpulau yang jauh, potensi cuaca ekstrem, serta tingginya aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan. Kepala Seksi Operasi KPP Natuna Budiman mengatakan latihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan teknis, menguji kesiapan mental dan fisik, serta memperkuat solidaritas tim.
"Latihan ini merupakan bagian penting dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan kesiapsiagaan, baik secara individu maupun sebagai satu kesatuan tim," kata Budiman dalam konfirmasi dari Natuna, Selasa.
Mengapa Latihan Difokuskan di Perairan Pulau Senua?
Pulau Senua merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah perbatasan. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis untuk menguji kesiapan personel dalam kondisi geografis yang menantang. Sesi teori dan pembukaan latihan dilakukan di Kantor SAR Natuna, sedangkan praktik lapangan berlangsung di dua titik berbeda.
Evaluasi Prosedur Operasi Standar
Budiman menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi instrumen evaluasi untuk menyempurnakan prosedur operasi standar dan efektivitas koordinasi antarunsur di lapangan. Penguatan latihan secara berkala merupakan wujud komitmen KPP Natuna memastikan setiap personel siap dikerahkan setiap saat.
"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dalam setiap operasi SAR di laut, sekecil apa pun kelalaian dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, keberhasilan latihan tidak semata diukur dari capaian teknis, tetapi juga dari kemampuan kita menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan selamat," ujar Budiman.
Personel Garda Terdepan di Wilayah Perbatasan
KPP Natuna menargetkan pelayanan pencarian dan pertolongan yang profesional, bersinergi, dan militan kepada masyarakat di wilayah perbatasan. Latihan ini menanamkan disiplin bagi personel sebagai garda terdepan pelayanan SAR, terutama di tengah dinamika operasi yang terus berubah.