NATUNA — Sebanyak 107 kepala keluarga di Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, menerima bantuan beras medium masing-masing 10 kilogram dari pemerintah daerah. Penyaluran ini merupakan bagian dari Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) yang disimpan di gudang Perum Bulog untuk kondisi darurat.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang selama ini tidak tersentuh program bansos beras dari pusat. "Bantuan ini diberikan untuk masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan beras dari pemerintah pusat," ucapnya di Sedanau, Kamis.
Kriteria Penerima: Desil Satu dan Dua DTSEN
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, menjelaskan bahwa seluruh penerima merupakan keluarga rawan pangan kronis. Mereka terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil satu dan dua—kategori miskin ekstrem dan miskin.
Penyaluran dilakukan di Kantor Kecamatan Bunguran Barat. Beras yang dibagikan merupakan jenis medium, kualitas yang sama dengan stok yang biasa digunakan untuk membantu warga terdampak bencana di Natuna.
Jaring Pengaman bagi yang Tak Tercover Bansos Pusat
CBPD disiapkan pemda untuk mengantisipasi krisis pangan, bencana, atau situasi darurat lain yang mengganggu ketahanan pangan warga. Dalam penyaluran kali ini, bantuan difokuskan pada kelompok yang selama ini luput dari jatah beras pemerintah pusat.
Cen Sui Lan berharap bantuan ini meringankan beban penerima dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. "Kita harapkan beras ini bermanfaat bagi para penerima," katanya.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Natuna menjamin kebutuhan pokok warganya, terutama di tengah fluktuasi harga pangan dan keterbatasan akses distribusi di wilayah kepulauan.