Para santri tidak hanya menerima materi teori di dalam kelas. Mereka langsung diajak mempraktikkan cara mengenali potensi bahaya kebakaran, menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), hingga langkah evakuasi yang benar saat kondisi darurat.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Furqan, H. Choirur Rosid, mengapresiasi langkah PT TIMAH yang merespons cepat permohonan edukasi dari pihak pondok. Menurutnya, pengetahuan tentang bahaya kebakaran harus diberikan sejak dini agar santri mampu mengambil tindakan cepat ketika menghadapi situasi darurat.
Respons Cepat Permohonan Pesantren
“Kami merasa perlu memberikan pemahaman kepada para santri agar dapat mengenali potensi bahaya sekaligus mengetahui cara penanggulangannya. Kami senang permohonan ini mendapat respons dari PT TIMAH dan berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya,” ujar H. Choirur Rosid.
Kegiatan ini dinilai krusial mengingat lingkungan pondok pesantren yang padat huni dan memiliki banyak ruangan dengan risiko kebakaran, seperti dapur umum dan asrama. Simulasi menjadi metode efektif untuk memastikan para santri tidak panik saat kejadian nyata.
Santri Baru Dapat Pengalaman Pertama
Salah satu santri baru, Rasyid, mengaku kegiatan ini memberinya pengalaman baru. “Saya merasa senang dengan kegiatan ini. Apalagi saya baru masuk pesantren, jadi kegiatan pengenalan lingkungan ini cukup berkesan bagi saya dan teman-teman,” ungkapnya.
“Selama ini saya belum mengetahui alat-alat pemadam beserta fungsinya. Sekarang saya jadi tahu. Kami juga diberikan penjelasan bagaimana cara memadamkan api dengan benar dan aman agar terhindar dari bahaya. Terima kasih untuk PT TIMAH,” tutup Rasyid.
Komitmen Perusahaan di Wilayah Operasional
PT TIMAH melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya di wilayah operasional perusahaan di Kepulauan Riau. Edukasi serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pesantren dan sekolah di sekitar area tambang timah.