ANAMBAS — Komunikasi sosial (Komsos) antara Babinsa dan petani di Desa Bukit Padi berlangsung di kebun milik Cecep, anggota Kelompok Tani (Poktan) Mekar Asih. Obrolan yang berlangsung di tengah lahan tersebut menjadi ajang diskusi teknis antara TNI dan warga soal tata kelola pertanian setempat.
Desa Bukit Padi: Lumbung Palawija di Jemaja Timur
Desa ini selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi palawija di wilayah Jemaja Timur. Namun, tidak semua anggota kelompok tani berani beralih total dari tanaman utama mereka.
Sebagian petani memilih tetap menanam padi demi menjaga ketersediaan pangan pokok warga. Menurut Cecep, kondisi bulan ini dinilai sudah mulai memungkinkan untuk memasuki masa tanam palawija.
Babinsa Dorong Perluasan Tanam Cabai dan Sayuran
Serma Edi Sucipto mendorong para petani untuk tetap mengembangkan padi sebagai tanaman utama, namun tidak menutup diri pada komoditas pendukung. Cabai dan aneka sayuran disebutnya bisa menjadi penopang ekonomi keluarga di sela-sela masa tunggu panen padi.
Ia menilai hasil pertanian warga Desa Bukit Padi memiliki peran strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal. Jika produksi berjalan optimal, pasokan bahan pangan tidak perlu lagi didatangkan dari luar Anambas dalam jumlah besar.
Imbauan Babinsa: Jaga Keselamatan Kerja di Lahan
Di sela-sela diskusi soal bercocok tanam, Serma Edi juga mengingatkan pentingnya keselamatan saat bekerja di kebun. Cuaca dan medan di wilayah kepulauan kadang tidak bersahabat, sehingga petani diminta menjaga kondisi fisik dan kesehatan.
Babinsa turut mengajak warga untuk selalu membuka setiap aktivitas dengan doa agar diberikan kelancaran dalam menjalankan pekerjaan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab ini berjalan lancar dan menjadi salah satu agenda rutin pembinaan wilayah binaan Koramil 04/Letung.