Pencarian

7 Film Horor Jadul Indonesia yang Kisahnya Melegenda, dari Pengabdi Setan hingga Sundel Bolong

Senin, 19 Oktober 2026 • 16:36:31 WIB
7 Film Horor Jadul Indonesia yang Kisahnya Melegenda, dari Pengabdi Setan hingga Sundel Bolong
Film horor Indonesia era 1970–1980-an masih dianggap menakutkan hingga kini meski tanpa efek CGI.

KEPULAUAN RIAU — Tujuh film horor Indonesia era 1970-an sampai 1980-an masih dianggap sebagai tontonan paling menakutkan hingga kini, jauh sebelum efek CGI mendominasi layar lebar. Nama mendiang Suzzanna muncul di empat dari tujuh judul, mulai dari Malam Satu Suro sampai Sundel Bolong. Cerita-cerita itu berakar pada mitos dan legenda urban yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Rapi Films dan Soraya Intercine Films menjadi dua rumah produksi yang paling banyak melahirkan karya mistis pada masa keemasan sinema Nusantara. Keduanya rutin menggandeng sutradara Sisworo Gautama Putra, yang namanya tercatat di empat judul dalam daftar ini. Ketakutan yang dibangun tidak bergantung pada jumpscare, melainkan pada atmosfer kelam, tata rias ikonis, dan jalan cerita yang kental budaya lokal.

1. Pengabdi Setan (1980)

Rapi Films merilis Pengabdi Setan pada 1980 dengan Sisworo Gautama Putra di kursi sutradara. W.D. Mochtar, Siska Widowati, dan Ruth Pelupessy tampil sebagai pemeran utama. Ceritanya berpusat pada sebuah keluarga kaya yang diganggu kekuatan gaib setelah sang ibu meninggal.

Kengerian memuncak ketika pembantu baru bernama Darminah datang membawa niat jahat. Ia hendak menyeret keluarga itu ke jalan sesat sebagai pengikut iblis. Atmosfernya dibangun rapi tanpa mengandalkan jumpscare murahan.

Kesuksesan film ini menembus pasar internasional lewat distribusi VHS berjudul Satan's Slave hingga ke Jepang dan Amerika Serikat. Joko Anwar kemudian memproduksi versi remake-nya pada 2017.

2. Malam Satu Suro (1988)

Soraya Intercine Films merilis Malam Satu Suro pada 1988, lagi-lagi garapan Sisworo Gautama Putra. Suzzanna beradu akting dengan Fendy Pradana dalam kisah arwah sundel bolong bernama Suketi. Seorang dukun membangkitkannya dan mengubahnya menjadi manusia agar bisa dinikahi pemuda asal Jakarta.

Kebahagiaan pasangan itu hancur ketika saingan bisnis sang suami mencabut paku di kepala Suketi. Sosok itu kembali menjadi iblis penuntut balas. Perpaduan kisah cinta tragis dan adegan balas dendam kejam jadi daya tarik utamanya.

Suzzanna disebut menjalani ritual kejawen sungguhan sebelum syuting demi mendalami karakter Suketi. Stasiun televisi nasional rutin memutar ulang film ini setiap malam 1 Suro tiba.

3. Beranak Dalam Kubur (1971)

Beranak Dalam Kubur membawa penonton mundur ke 1971 lewat garapan sutradara Ali Shahab dan Awaludin. Suzzanna tampil bersama Mieke Wijaya dan Dicky Suprapto. Tragedinya berawal dari kakak perempuan dengki yang mengubur adik tirinya hidup-hidup saat sedang hamil tua.

Sang adik bangkit dari kematian sebagai hantu beranak dalam kubur dan meneror desa untuk membalas dendam. Film ini dianggap pelopor yang mempopulerkan mitos hantu wanita melahirkan di sinema Nusantara. Pencahayaan temaram dan efek kamera kuno justru memunculkan sensasi klaustrofobia nyata pada adegan penguburan.

4. Sundel Bolong (1981)

Rapi Films merilis Sundel Bolong pada 1981, masih dengan Sisworo Gautama Putra sebagai sutradara. Suzzanna beradu akting dengan aktor laga Barry Prima. Film ini mengukuhkan status Suzzanna sebagai ikon mistis yang tak tergantikan.

Kisahnya mengikuti Alisa, mantan pekerja seks yang berusaha mengubah hidup. Masa lalunya mengejar ketika sekelompok penjahat memperkosanya hingga ia bunuh diri. Alisa bangkit sebagai hantu sundel bolong dan memangsa para pelakunya satu per satu dengan cara sadis.

Selain menyajikan horor, naskahnya berani mengangkat persoalan sosial yang jarang disentuh sinema masa itu.

Mengapa Film Horor Jadul Masih Relevan

Era 70-an hingga 80-an disebut sebagai masa keemasan sinema mistis Nusantara. Cerita yang diangkat berakar dari mitos, legenda urban, atau praktik ilmu hitam yang pada masa itu terasa sangat nyata. Ketakutan psikologis semacam itu sulit diduplikasi film modern yang bergantung pada efek digital.

Bagi pembaca yang ingin maraton akhir pekan, tujuh judul ini tersedia di berbagai platform streaming dan sesekali diputar ulang di televisi nasional. Pastikan pintu sudah terkunci rapat sebelum menekan tombol play.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks