BATAM — ILUNI UI Kepri saat ini mencatatkan sekitar 300 anggota yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, swasta, hingga akademisi. Keberagaman latar belakang ini menjadi modal utama organisasi untuk menghadirkan gagasan dan solusi atas persoalan lokal.
Regenerasi Lintas Generasi Jadi Fondasi Baru
Muswil IV tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga panggung regenerasi. Alumni tertua yang hadir berasal dari Fakultas Ekonomi angkatan 1964, sementara alumnus termuda adalah lulusan Fakultas Kedokteran angkatan 2024. Perbedaan usia puluhan tahun ini sengaja dipertemukan untuk menjaga kesinambungan organisasi.
"Regenerasi adalah kekuatan organisasi. Tantangannya adalah menjaga soliditas, memperkuat konsolidasi, dan memastikan program yang disusun dapat benar-benar dijalankan," kata Afdhalun.
Kolaborasi dengan Pemerintah Jadi Prioritas
Dalam sambutannya, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendorong ILUNI UI Kepri menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menilai pembangunan Batam dan Kepri membutuhkan masukan dari kalangan akademisi dan alumni perguruan tinggi.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan masukan, gagasan, dan pemikiran dari berbagai pihak agar pembangunan berjalan semakin baik," ujar Amsakar.
Afdhalun menambahkan, ke depan pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Batam, Pemerintah Provinsi Kepri, serta ILUNI UI pusat. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan program yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Bukan Sekadar Silaturahmi, tapi Pusat Solusi
"Musyawarah wilayah ini bukan hanya memilih ketua, tetapi juga menentukan arah organisasi ke depan. Fokus kami bagaimana alumni bisa menghadirkan manfaat melalui kegiatan ilmiah, sosial, dan kolaborasi dengan berbagai pihak," tegas Afdhalun.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, ILUNI UI Kepri menargetkan organisasi tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi, gagasan, dan solusi bagi masyarakat. (*)