Pencarian

Kisah Ibu 44 Tahun Hamil Usai Jaringan Ovarium Dibekukan 25 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 • 14:10:01 WIB
Kisah Ibu 44 Tahun Hamil Usai Jaringan Ovarium Dibekukan 25 Tahun
Kassandra Bacon (44) melahirkan bayi laki-laki setelah jaringan ovariumnya dibekukan 25 tahun lalu sebelum menjalani kemoterapi.

KEPULAUAN RIAU — Kassandra Bacon divonis limfoma Hodgkin pada usia 18 tahun, tepat sebelum tubuhnya harus menerima kemoterapi dosis tinggi yang berisiko merusak kesuburan. Dua puluh lima tahun kemudian, jaringan ovarium yang ia bekukan sebelum pengobatan justru membantunya hamil dan melahirkan bayi laki-laki. Kisahnya membuka wawasan soal pelestarian kesuburan bagi pasien kanker di usia muda.

Limfoma Hodgkin menyerang sistem limfatik, bagian dari kekebalan tubuh. Pada perempuan usia reproduktif, kemoterapi dosis tinggi bisa merusak sel ovarium dan cadangan sel telur, memicu penurunan kesuburan hingga insufisiensi ovarium prematur.

Kassandra menjalani pengambilan jaringan ovarium sebelum kemoterapi dimulai. Saat itu, prosedur ini masih tergolong baru sebagai upaya pelestarian kesuburan. Keputusan tersebut menjadi titik balik yang menyelamatkan peluangnya memiliki anak.

Apa Itu Kriopreservasi Jaringan Ovarium

Prosedur ini dikenal sebagai ovarian tissue cryopreservation. Sebagian jaringan ovarium diambil lewat operasi, lalu diproses dan disimpan pada suhu sangat rendah agar struktur serta folikel berisi calon sel telur tetap terjaga.

American Society for Reproductive Medicine (ASRM) menyebut metode ini sebagai salah satu pilihan pelestarian kesuburan bagi pasien yang akan menjalani pengobatan berisiko. Prosedur ini juga berguna ketika pasien tidak punya cukup waktu untuk stimulasi ovarium dan pengambilan sel telur sebelum terapi kanker dimulai.

Jaringan Dibekukan 25 Tahun, Lalu Ditransplantasikan

Jaringan ovarium Kassandra diambil saat ia berusia 18 tahun dan disimpan selama sekitar 25 tahun. Setelah menyelesaikan pengobatan dan dinyatakan memenuhi syarat medis, jaringan dicairkan dan ditransplantasikan kembali ke tubuhnya.

Tujuannya memulihkan fungsi ovarium, sehingga produksi hormon dan perkembangan sel telur berpotensi berjalan lagi. Lamanya penyimpanan inilah yang membuat kasus Kassandra istimewa di mata para dokter reproduksi.

Bayi Tabung dan Kehamilan di Usia 44 Tahun

Fungsi reproduksi yang pulih membuka jalan bagi Kassandra menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Prosedur ini mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium, lalu embrio yang terbentuk dipindahkan ke rahim.

Kassandra akhirnya melahirkan bayi laki-laki pada usia 44 tahun. Keberhasilan ini memperlihatkan potensi penyimpanan jaringan ovarium jangka panjang, sekaligus menambah bukti bagi perkembangan ilmu kedokteran reproduksi.

Bukan Jaminan, tapi Pilihan yang Layak Diketahui

Prosedur ini tidak menjamin setiap pasien bisa hamil. Keberhasilannya dipengaruhi usia saat jaringan diambil, kondisi jaringan, jenis kanker, serta keamanan transplantasi setelah pengobatan selesai.

Bagi ibu muda yang menghadapi

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks