KEPULAUAN RIAU — Liverpool mengubah formasi di babak kedua laga melawan Brentford demi mengakomodasi Florian Wirtz. Pergeseran ke dua nomor 10 terbukti langsung menyumbang dua gol kemenangan The Reds.
Perubahan taktis itu terjadi setelah jeda, ketika Liverpool kesulitan membongkar pertahanan sepuluh pemain Brentford. Andoni Iraola memilih bentuk 4-2-3-1 yang miring, dengan Rio Ngumoha efektif bermain sebagai nomor 10 kedua di samping Wirtz.
Di Bayer Leverkusen, Wirtz mencatat 22 gol dan assist dalam dua musim Bundesliga berturut-turut, 2023/24 dan 2024/25. Saat itu ia hampir selalu dimainkan dalam sistem 3-4-3 sebagai salah satu dari dua nomor 10, berduet dengan Jonas Hoffman di bawah asuhan Xabi Alonso.
Posisi itulah yang membuat Wirtz sulit dihentikan di Jerman. Di Liverpool, ia kerap dimainkan sendirian di belakang striker, peran yang menurut analisis membuatnya kurang berdampak.
Gol penyama kedudukan lahir langsung dari bentuk baru itu. Wirtz menerima bola, menyentuhnya dengan apik, lalu melepas umpan terobosan untuk gol Victor Munoz. Ruang untuk umpan itu terbuka karena Rio, yang bergerak dari tengah, diikuti Mamadou Sangare hingga ke sisi lapangan, menarik gelandang Brentford keluar dari posisinya.
Gol kemenangan juga berakar pada masalah yang sama bagi Brentford. Vitaly Janelt terlalu sibuk mengawasi dua nomor 10 sehingga tidak cukup ketat menempel Alexis Mac Allister, yang umpan silangnya berujung pada gol Isak.
Kritik terhadap Wirtz datang bahkan di laga ketika ia menciptakan sembilan peluang terbuka, terbanyak oleh satu pemain di Premier League sejak Januari 2021. Danny Murphy di BBC Match of the Day menilai Liverpool terlalu bergantung pada dua gelandang untuk menutup ruang.
"Mereka bermain dengan dua winger dan Wirtz sebagai nomor 10, jadi mereka sangat bergantung pada dua pemain tengah untuk mencoba menutup begitu banyak ruang," kata Murphy.
Solusi yang ia usulkan adalah mengurangi satu nomor 10. Yang terjadi di lapangan justru sebaliknya: Liverpool menambah satu nomor 10, bukan menguranginya.
Ada catatan yang perlu disimpan. Liverpool menghadapi Brentford yang bermain dengan sepuluh orang, sehingga ruang yang tersedia lebih besar dari biasanya. Wirtz sendiri kehilangan bola 19 kali, terbanyak kedua di antara pemain Liverpool, dan hanya memenangi satu dari sembilan duel.
Meski begitu, bentuk dua nomor 10 mereplikasi satu-satunya sistem di mana Wirtz pernah tampil gemilang. Jika membuka potensi Wirtz memang kunci menemukan identitas Liverpool pasca-Jurgen Klopp, mengubah formasi tampak sebagai langkah yang layak dicoba lebih sering.