Pencarian

Yadi Timo Meninggal, Sahabat Ungkap Impian Punya PH Sendiri

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 21:37:01 WIB
Yadi Timo Meninggal, Sahabat Ungkap Impian Punya PH Sendiri
Jenazah aktor Yadi Timo dimakamkan di TPU Dreded, Bogor Selatan, Jumat (16/10/2026).

KEPULAUAN RIAU — Aktor senior Yadi Mulyadi atau Yadi Timo meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Dreded, Bogor Selatan, dengan menyisakan cita-cita yang belum tercapai. Sahabatnya, Denpus, mengungkap almarhum sempat merintis karier di balik layar dan tengah bersiap menggarap satu produksi yang dijadwalkan syuting awal bulan berikutnya. Keinginan memiliki rumah produksi sendiri itu disampaikan Denpus seusai menghadiri pemakaman.

Impian di Balik Layar yang Belum Terwujud

Denpus menuturkan, Yadi mulai merasa lelah dengan posisinya sebagai aktor dan ingin mencoba peran baru di balik layar. Cita-cita itu muncul dalam obrolan-obrolan santai mereka.

"Ada, dia lagi pengin sebagai aktor mungkin lelah juga kali ya, beliau juga pengin suatu saat dia pengin ada punya PH, production house. Bercita-cita seperti itu," kata Denpus, Jumat (16/10/2026).

Menurut Denpus, Yadi tidak berniat tampil di depan kamera dalam proyek tersebut. Almarhum justru ingin terlibat langsung mengurus proses produksi.

Persiapan Proyek Terakhir Sebelum Berpulang

Saat ditemui di TPU Dreded, Kelurahan Empang, Bogor Selatan, Denpus mengungkap bahwa Yadi tengah mempersiapkan diri untuk sebuah produksi bersama rekan-rekannya. Syuting direncanakan dimulai awal bulan berikutnya.

"Terus kebetulan sama teman juga lagi mau..., sebenarnya almarhum lagi persiapan di salah satu PH. Dia tidak main, tapi dia ada di belakang layar, di produksi, gitu lho. Itu yang dia pengin sebenarnya kalau dari ngobrol-ngobrol. Baru akan syuting di awal bulan depan, gitu lho. Ini lagi masuk persiapan, itu betul-betul," ungkap Denpus.

Kabar itu membuat kepergian Yadi terasa lebih mendadak bagi orang-orang terdekatnya. Sebab, almarhum masih aktif menyiapkan proyek yang sedianya menjadi langkah awalnya di balik layar.

Ajakan Terakhir yang Tak Sempat Dipenuhi

Denpus juga mengenang momen ketika Yadi mengajak teman-temannya berkumpul di kantor rumah produksi. Saat itu, almarhum masih terlihat ceria dan bercanda seperti biasa.

Ajakan tersebut tidak bisa dipenuhi Denpus karena sedang menjalani syuting. Ia pun menyampaikan permintaan maaf dan berjanji bertemu di kesempatan lain.

"Iya. Ya saya nolaknya pas lagi syuting sih, jadi susah juga. Ya dibilang, 'Bang Imo, saya lagi syuting nih, sorry banget.' 'Ya udah nggak apa-apa, deh. Lain kali aja,' gitu," tutur Denpus.

Dalam pertemuan terakhir bersama rekan-rekannya di kantor PH, Yadi disebut masih aktif mengajak teman-temannya datang dan menikmati kebersamaan. Denpus mengenangnya dengan perasaan haru.

"Dia terakhir nyanyi-nyanyi di kantor PH, juga masih seperti itu, masih suka nanya, 'Eh, ke sini lu, datang lu ke sini,' gitu. 'Seru nih, ke sini lu, ini ke sini. Afif, ke sini!' gitu-gitulah. Biasa dia kalau lagi kangen gitu ya. Mau pamitan kali ya. Iya, mau pamitan tapi nggak ketemu, gitu," kenangnya.

Kenangan Rekan Kerja soal Dedikasi Yadi Timo

Meski tidak sempat memenuhi ajakan terakhir, Denpus bersyukur karena belakangan ini mereka cukup sering bertemu. Setelah sempat lama tidak berjumpa selama beberapa tahun, intensitas pertemuan mereka kembali meningkat.

"Tapi ya kita udah sering ketemu sih belakangan ini. Yang tadinya cukup lama nggak ketemu, tiga, empat, lima tahun nggak ketemu, di tahun ini intensitas ketemunya lumayan sering gitu lho, bisa sebulan sekali, sebulan dua kali. Jadi saya udah cukup senanglah. Beliau pamit, kita udah sering ngobrol, sering ketemu, gitu. Rindunya itu sudah tersampaikanlah, gitu sih," sambungnya.

Di mata Denpus, Yadi bukan hanya rekan kerja yang profesional, tetapi juga sosok humoris yang selalu mencairkan suasana selama proses syuting. Almarhum dikenal gemar bercanda dan menggoda teman-temannya.

"Bercanda-bercandanya sih. Beliau kan orang yang paling senang bercanda, terus paling senang 'ngegas', gitu lho ya. Ngegas tuh dalam artian apa, suka ngecengin gitu, ya kan?" ujar Denpus.

"Kalau kita sih udah tahu, ya dia kalau udah begitu ya udah biarin aja, emang ininya begitu, tapi memang orangnya baik banget, emang begitu dah. Bercanda melulu, apa segala macam. Ngecengin melulu. Memang seperti itu sih orangnya," lanjutnya.

Denpus mengaku tidak pernah bosan bekerja bersama Yadi. Baginya, melihat kemampuan akting serta menyaksikan tingkah lucu almarhum menjadi kenangan tersendiri yang sulit dilupakan.

"Yang paling berkesan adalah pasti kalau satu produksi sama dia ya, pas satu produksi sama beliau, itu tiap hari ketemu beliau gue nggak ada bosan-bosannya pasti, gitu ya. Ngelihat aktingnya, bercanda-bercandanya, apa segala macam, itu sih yang paling berkesan," tuturnya.

Pengagum di Balik Layar

Sebagai sosok yang juga berkecimpung di balik layar, Denpus mengaku telah lama mengagumi kemampuan akting Yadi. Ia menilai almarhum sebagai pekerja seni yang memiliki dedikasi tinggi dan mampu menjaga profesionalitas dalam bekerja.

"Luar biasa, luar biasa. Rekan kerja yang baik, yang profesional pastinya, dan saya sebagai orang di belakang layar dari dulu mengagumi aktingnya sebagai aktor. Gitu ya," pungkas Denpus.

Rencana Yadi Timo membangun rumah produksi sendiri kini hanya tersisa sebagai cerita dari rekan-rekannya. Bagi industri seni peran tanah air, kepergiannya meninggalkan catatan tentang aktor yang ingin terus berkarya, termasuk di balik kamera.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hot.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks