Pencarian

Dispar Kepri Minta Pelaku Industri Pariwisata Jaga Standar Layanan Usai Listrik Padam dan Kabut Asap

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 16:31:02 WIB
Dispar Kepri Minta Pelaku Industri Pariwisata Jaga Standar Layanan Usai Listrik Padam dan Kabut Asap
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hasan meminta pelaku industri pariwisata menjaga standar layanan usai gangguan listrik dan kabut asap.

BATAM — Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hasan menyatakan gangguan kelistrikan yang sempat terjadi sebelumnya kini telah kembali normal. Pemulihan itu disebutnya berkat koordinasi cepat PLN Batam bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Hasan menyampaikan hal itu di Batam, Sabtu (17/10/2026), di tengah upaya menjaga citra Kepri sebagai destinasi wisata unggulan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Kabut Asap Kiriman dari Luar Daerah

Soal kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kepri, Hasan menjelaskan asap tersebut merupakan kiriman dari luar daerah. Hujan yang mulai turun di beberapa wilayah diharapkan membantu mengurangi kabut asap.

Meski begitu, pelaku pariwisata dan wisatawan diminta tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta menjaga kesehatan. Wisatawan yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker apabila diperlukan, terutama jika kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Lima Pasar Utama Wisatawan Kepri

Hasan menuturkan Kepri punya keunggulan sebagai destinasi wisata karena lokasinya strategis dan dekat dengan negara tetangga. Selain Singapura dan Malaysia, pasar wisatawan potensial datang dari India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.

Posisi itu, menurutnya, menuntut standar pelayanan yang konsisten dari seluruh pelaku usaha. Pelayanan ramah, informasi jelas, transportasi aman, serta kesiapan petugas di pintu masuk disebut sebagai faktor penting menciptakan pengalaman berwisata yang positif.

Wisata Dalam Ruangan Jadi Alternatif

Hasan menegaskan gangguan listrik dan kabut asap tidak seharusnya membuat wisatawan mengabaikan beragam pilihan destinasi yang tersedia di Kepri. Wisatawan masih dapat menikmati wisata bahari dan alam hingga wisata dalam ruangan.

"Selain wisata alam dan bahari, tersedia pula pilihan wisata dalam ruangan seperti MICE, wellness, pusat perbelanjaan, dan kuliner. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi kondisi terkini dan menjaga kesehatan selama beraktivitas," katanya.

Informasi situasi terkini juga perlu disampaikan secara akurat agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan baik.

Koordinasi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Hasan mengajak seluruh pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Keramahan, keamanan, dan kenyamanan disebutnya harus menjadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara maupun nusantara.

"Kami mengajak seluruh pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara maupun nusantara," ujar Hasan.

Dia turut mengapresiasi dukungan unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority (CIQP), ASITA, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), pramuwisata, serta penyedia jasa transportasi pariwisata.

"Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kami berharap koordinasi dan kualitas pelayanan terus diperkuat agar setiap wisatawan yang datang ke Kepri merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman berwisata yang baik," ujarnya.

Hasan berharap seluruh pemangku kepentingan terus menjaga standar pelayanan dan mengutamakan keselamatan wisatawan. Dengan koordinasi yang baik, Kepri diharapkan tetap menjadi destinasi menarik dan nyaman bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: batam.inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks