KEPULAUAN RIAU — Kabar bahagia datang dari keluarga Meisya Siregar dan Bebi Romeo. Setelah dua tahun menanti, musisi berusia 52 tahun itu akhirnya khatam Al-Qur'an, dan momen haru ini dibagikan sang istri lewat unggahan Instagram pribadinya.
Kisah ini menarik bukan cuma karena soal capaian ibadah, tapi karena proses di baliknya penuh liku. Meisya sempat dibuat frustrasi, bahkan bertengkar, sebelum akhirnya memilih pasrah dan berdoa. Berikut fakta-faktanya.
1. Harapan yang Disimpan Sejak Bebi Berusia 50 Tahun
Meisya mengaku sudah mendambakan suaminya bisa khatam Al-Qur'an sejak Bebi menginjak usia 50 tahun. Dalam unggahannya, ia menulis bahwa ini adalah mimpinya selama dua tahun terakhir. Harapan itu baru terwujud ketika Bebi berusia 52 tahun.
2. Sempat Bertengkar karena Saling Mengingatkan
Jalan menuju momen itu tidak mulus. Meisya mengaku berulang kali mengingatkan Bebi untuk mengaji, dan kebiasaan itu sempat memicu pertengkaran. Pada titik jenuh, ia memilih berserah dan meminta langsung kepada Allah, seperti yang ia tulis dalam caption-nya.
3. Belajar Ngaji Diam-Diam di Studio
Setelah ulang tahun Bebi yang ke-52, Meisya baru tahu kalau suaminya mulai belajar mengaji sendiri. Bebi meluangkan waktu di studio, belajar dari YouTube, dan menurut Meisya hasilnya sudah lancar. Ia sengaja tidak memperlihatkan kebiasaan barunya itu kepada keluarga.
4. Mengaji Saat Keluarga Tidur, Menunggu Tahajud
Waktu yang dipilih Bebi cukup spesifik. Ia biasanya mengaji ketika anggota keluarga lain sedang tidur sambil menunggu waktu tahajud, atau setelah salat Subuh sebelum kembali tidur sekitar pukul 07.00-08.00 pagi. Kebiasaan itu akhirnya ketahuan juga oleh keluarganya.
5. Bisa 12-13 Halaman karena Merasa Punya Teman Mengobrol
Dalam video yang dibagikan Meisya, Bebi bercerita bisa membaca 12-13 halaman dalam sekali duduk. Alasannya, ia merasa seperti sedang mendapat teman mengobrol yang enak. Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Bebi dalam rekaman tersebut.
Unggahan Meisya mendapat respons positif dari warganet yang mendoakan keluarganya istiqamah dalam beribadah. Doa penutupnya juga menyentuh: ia memohon agar keluarganya husnul khatimah dan anak-anaknya tumbuh menjadi ahli Al-Qur'an.