Pencarian

Gorontalo Raih Capaian Tertinggi Nasional Pemantauan Tumbuh Kembang Balita

Kamis, 05 November 2026 • 09:23:01 WIB
Gorontalo Raih Capaian Tertinggi Nasional Pemantauan Tumbuh Kembang Balita
Kader Posyandu menimbang balita dalam kegiatan pemantauan tumbuh kembang di Gorontalo.

KEPULAUAN RIAU — Provinsi Gorontalo mencatat capaian tertinggi nasional dalam penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, dengan angka 60,87 persen hingga September 2026. Capaian ini melampaui target nasional 55 persen dan jadi bukti nyata bahwa deteksi dini masalah pertumbuhan anak bisa dilakukan lewat Posyandu terdekat.

Angka 60,87 persen itu bukan sekadar statistik di atas kertas. Bagi ibu yang rutin membawa si kecil ke Posyandu, capaian ini berarti layanan penimbangan dan pemantauan perkembangan anak di Gorontalo berjalan lebih rapi dibanding daerah lain.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama lintas sektor. Target nasional sendiri ditetapkan 55 persen, sehingga Gorontalo unggul cukup jauh.

Apa Arti Capaian 60,87 Persen bagi Ibu dan Balita

Angka ini mengukur seberapa banyak balita yang rutin ditimbang dan dipantau perkembangannya di Posyandu. Semakin tinggi capaiannya, semakin kecil kemungkinan ada anak yang luput dari pengawasan pertumbuhan.

Pemantauan rutin membantu mendeteksi dini masalah seperti berat badan tidak naik atau keterlambatan perkembangan. Deteksi awal inilah yang jadi kunci pencegahan stunting dan gangguan tumbuh kembang lain.

Tiga Kekuatan di Balik Capaian Gorontalo

Keberhasilan Gorontalo ditopang tiga pilar yang saling melengkapi. Pertama, inovasi Optimalisasi Tata Kelola e-PPGBM (OPTALA) yang dipakai sebagai alat pemantauan dan evaluasi pelaporan Posyandu secara berkala.

Kedua, peran aktif kader Posyandu di tingkat desa dan kelurahan. Ketiga, pembinaan intensif dari Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo yang turun langsung ke lapangan.

Melalui OPTALA, ketidaksesuaian data bisa teridentifikasi lebih awal. Evaluasi bulanan juga menjadi dasar untuk menyoroti wilayah dengan pelaporan rendah, lalu ditindaklanjuti bersama Puskesmas setempat.

Peran Kader Posyandu dan Dukungan Pimpinan Daerah

Anang mengapresiasi dukungan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo Nani Mokodongan yang turun langsung memberikan pembinaan di Posyandu 6 SPM. Menurutnya, perhatian pimpinan daerah jadi faktor penting dalam menggerakkan seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie disebut ikut memperkuat koordinasi lintas sektor. Pembinaan mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, dan optimalisasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Bukan Sekadar Angka, tapi Kualitas Pemantauan

Anang menegaskan capaian ini tidak hanya diukur dari naiknya angka penimbangan dan pelaporan. Kualitas pemantauan yang mampu mendukung deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan anak juga jadi ukuran.

Ke depan, Dinkes P2KB Gorontalo bersama pemerintah kabupaten/kota berkomitmen mempertahankan capaian. Penguatan kualitas data dan konsistensi pelayanan Posyandu akan terus dijaga agar tidak ada balita yang luput dari pemantauan.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Meski capaian daerah sudah baik, peran ibu tetap yang paling dekat dengan anak. Bawa si kecil ke Posyandu sesuai jadwal, catat berat dan tinggi badannya, lalu bandingkan dengan grafik di Buku KIA.

Jika berat badan tidak naik dua bulan berturut-turut atau ada keterlambatan bicara dan motorik, segera konsultasikan ke bidan atau Puskesmas. Deteksi cepat selalu lebih baik daripada menunggu.

Capaian Gorontalo jadi pengingat bahwa pemantauan tumbuh kembang bukan formalitas. Dengan data yang rapi dan kader yang aktif, setiap balita punya kesempatan tumbuh optimal.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks